Puncak Haji 2026 Dimulai, Ini Jadwal dan Tahapan Armuzna
Puncak haji 2026 segera dimulai. Simak jadwal Armuzna, tahapan wukuf di Arafah, dan tips persiapan jemaah haji.
Ilustrasi asuransi./orixinsurance.com
Harianjogja.com, JAKARTA–Isu digitalisasi dinilai menjadi tantangan global yang harus diadopsi industri asuransi, termasuk di Indonesia. Pengembangan layanan digital untuk memudahkan pengguna jasa akan menjadi tugas industri asuransi umum ke depan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Statistik, Riset, Analisa dan Aktuaria Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Trinita Situmeang dalam paparan Kinerja Q1/2019 Industri Asuransi Umum, Kamis (23/5) di Jakarta.
Trinita yang juga merangkap sebagai Wakil Ketua AAUI menjelaskan isu digitalisasi telah menjadi isu global yang perlu segera diadopsi. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan tren digital telah menjadi bagian dari hidup masyarakat saat ini. "Digitalisasi ini bisa berdampak pada permintaan asuransi dengan cara digital. Sekarang ada mobile workforce yang akan berpengaruh pada asuransi," ujar Trinita.
Dia menjelaskan digitalisasi dapat berupa penyediaan layanan untuk nasabah melalui platform digital. Bahkan, perusahaan asuransi dapat mengembangkan layanan asuransi yang sepenuhnya dilakukan secara digital, mulai dari pembelian polis, pembayaran premi, hingga proses klaim.
Hal tersebut, menurut Trinita, telah dilakukan banyak perusahaan asuransi dan perlu terus dikembangkan. Hal tersebut dinilai penting untuk terus mendorong kinerja industri asuransi umum.
Berdasarkan data AAUI, premi asuransi umum pada Q1/2019 mencapai Rp19,76 triliun atau tumbuh 18,96% dibandingkan dengan Q1/2018 (quartal to quartal/q-to-q) senilai Rp16,61 triliun. Capaian awal tahun ini meningkat dibandingkan pertumbuhan Q1/2018 sebesar 10,07% (q-to-q).
Pertumbuhan premi tersebut didorong oleh 10 lini bisnis yang mencatatkan kinerja positif dari total 14 lini bisnis. Lini asuransi kendaraan bermotor bersama lini asuransi penerbangan, rekayasa, dan liabilitas mencatatkan kinerja negatif.
Klaim asuransi umum pada Q1/2019 tercatat sebesar Rp8,36 triliun atau tumbuh 37,9% dibandingkan dengan Q1/2018 (q-to-q) senilai Rp6,06 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh naiknya klaim seluruh lini asuransi kecuali asuransi liabilitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Puncak haji 2026 segera dimulai. Simak jadwal Armuzna, tahapan wukuf di Arafah, dan tips persiapan jemaah haji.
Sebanyak 45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora mulai beroperasi setelah mengantongi izin usaha lengkap dan berbadan hukum.
Rusia memperpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir 2026 demi menjaga pasokan domestik dan menstabilkan harga bahan bakar.
Harga emas Antam hari ini, Minggu 26 Juli 2026, masih stagnan. Emas 1 gram bertahan Rp2.612.000, sementara buyback tetap Rp2.352.000.
Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mundur setelah protes nasional akibat skandal kebocoran soal NEET yang mengguncang jutaan siswa.
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.