Ada Titik Cerah, Kemenhub Akan Buat Bus Kembali Jadi Primadona

Ada Titik Cerah, Kemenhub Akan Buat Bus Kembali Jadi PrimadonaSuasana di Terminal Bus Giwangan, Jogja, Senin (3/6/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
10 Juni 2019 07:07 WIB Yudi Supriyanto Ekbis Share :

Harianjogja.com, SEMARANG—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan akan berusaha membuat angkutan umum berbasis jalan raya bus menjadi primadona pada masa angkutan Lebaran tahun-tahun mendatang guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi ketika masa mudik Lebaran. Tahun ini, jumlah bus yang beroperasi pasa angkutan Lebaran naik 10%-15%. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan akan mempelajari beberapa hal agar bus menjadi primadona bagi masyarakat, seperti suku bunga, perpajakan, dan sebagainya sehingga banyak pengusaha bus yang ingin melakukan investasi. “Kami akan pelajari [cara] bis jadi angkutan primadona,” kata Budi di Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini.

Dia meyakini akan banyak bus-bus baru bermunculan ketika industri angkutan umum berbasis jalan raya bus di dalam negeri cukup menarik bagi para pemilik modal atau investor. Bus-bus baru yang akan bermunculan, tambahnya, dapat membuat masyarakat ingin menggunakan angkutan umum berbasis jalan raya tersebut. Tidak hanya itu, dia juga akan memperbaiki terminal-terminal yang ada di dalam negeri. “Kalau industri bus menjadi suatu yang menarik, akan banyak bus-bus baru, dan kalau ada bus-bus baru, masyarakat pasti ingin [menggunakan]. Apalagi kita secara intensif meng-campaign itu,” katanya.

Jumlah bus yang beroperasi pada masa angkutan Lebaran tahun ini, dia melanjutkan mengalami kenaikan sekitar 10%-15% dibandingkan dengan masa angkutan Lebaran tahun lalu. Pihaknya juga akan intensif dalam mengadakan mudik gratis dengan angkutan umum berbasis jalan raya bus pada masa lebaran tahun mendatang guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Salah satu langkah yang akan dilakukan Kemenhub, ujarnya adalah dengan mencoba menambah anggaran untuk melakukan mudik gratis dengan menggunakan angkutan umum berbasis jalan raya tersebut. “Kami coba tambah [Anggaran untuk mudik gratis tahun depan], tetapi tahun ini ada kenaikan [mudik gratis],” katanya.

Sumber : Bisnis Indonesia