Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah Lewat Skema PRO
KLH akan mewajibkan produsen membiayai pengelolaan sampah melalui skema PRO sebagai penguatan tanggung jawab produsen atas kemasan.
Ilustrasi Kelapa Sawit
Harianjogja.com, JAKARTA--Kementerian Pertanian mengklaim peningkatan ekspor ke sejumlah negara Asia dan Eropa berdampak baik pada neraca perdagangan secara nasional selama kuartal I 2019.
Salah satu neraca perdagangan yang memperlihatkan performa positif adalah antara Indonesia dan Malaysia. Berdasarkan data Kementan, surplus perdagangan yang dinikmati Indonesia untuk periode Januari-Maret 2019 mencapai 480,442 ton dengan nilai US$241 juta.
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri menyatakan total nilai ekspor pertanian Indonesia ke Malaysia selama kuartal I sendiri mencapai US$287 juta dengan volume sebesar 513,917 ton.
Sementara untuk impor selama Januari-Maret 2019, Indonesia tercatat membeli produk pertanian asal Malaysia sebanyak 33,476 ton dengan nilai US$44 juta.
Selain Malaysia, Kuntoro mengatakan kinerja positif dan surplus juga terjadi dalam kerja sama dagang dengan negara Asia lain seperti China, Jepang, Korea dan Filipina.
Namun Kuntoro tak memperjelas besaran perdagangan dengan negara-negara tersebut.
Ia hanya mengungkapkan bahwa pasar China masih potensial untuk produk pertanian Indonesia. Ia merujuk pada surplus perdagangan yang dirasakan Indonesia pada 2018 yang mencapai nilai US$2,265 miliar.
"Nilai ekspor pertanian Indonesia ke China pada 2018 mencapai US$4,025 miliar atau meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan transaksi sebelumnya yang hanya US$2,058," kata Kuntoro dalam keterangan resmi, Jumat (21/6/2019).
Kuntoro mengungkapkan bahwa Indonesia sejatinya masih memiliki potensi ekspor pertanian yang lebih besar ke China. Namun sampai saat ini sejumlah komoditas hortikultura dan perkebunan asal Indonesia masih menghadapi hambatan berupa bea masuk yang relatif tinggi. Selain itu, China juga menerapkan standar sanitary and phytosanitary (SPS) yang sulit dipenuhi oleh petani Indonesia.
Untuk komoditas yang berkontribusi besar dalam perdagangan kedua negara, Kuntoro mengakui produk kelapa sawit masih menjadi andalan. Produk lain seperti karet, kelapa, kakao, dan produk hewan juga tercatat memiliki kontribusi besar.
"Untuk kelapa sawit masih menjadi andalan kita karena nilainya yang cukup besar. Kami mencatat sampai saat ini sebanyak 3,935 juta ton kelapa sawit diekspor ke China dengan nilai transaksi mencapai US$2,69 miliar," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
KPK membuka peluang memeriksa Kepala BNPB Suharyanto dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa berdasarkan kebutuhan penyidik.
Portal pembatas ketinggian 4,2 meter dipasang di Ring Road Utara Sleman selama 24 jam. Kendaraan tinggi diminta menggunakan jalur alternatif.
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku Tidak Lagi Diam untuk mengedukasi masyarakat tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak
Como 1907 kalah 2-3 dari Feyenoord di Liga Champions. Gol bunuh diri Robert Sanchez membuat tim asuhan Cesc Fabregas gagal membawa pulang poin.
Prakiraan cuaca DIY Kamis 15 Oktober 2026, seluruh wilayah diprediksi cerah berawan dengan suhu tertinggi 35 derajat Celsius di Sleman dan Jogja.