Advertisement
Layanan Prima Jadi Kunci Desa Wisata Hadapi Revolusi Industri 4.0
Peserta pelatihan Membangun Desa Wisata di Indonesia dengan Kualitas SDM 4.0 yang digelar di Jogja, pekan ini. - Ist/BCA.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA– Pengelola desa-desa wisata harus terus menumbuhkan inovasi dan meningkatkan standar pelayanan kepada wisatawan. Dengan layana prima, desa wisata dinilai mampu menghadapi persaingan di era revolusi industri 4.0.
Executive Vice President BCA Inge Setiawati mengatakan untuk terus meningkatkan layanan prima pihaknya memberikan pelatihan Membangun Desa Wisata di Indonesia dengan Kualitas SDM 4.0. Pelatihan tersebut juga menjadi sarana evaluasi berbagai kemajuan dan tantangan yang terjadi pada desa-desa wisata binaan BCA.
Advertisement
Peserta pelatihan berasal dari para pengurus desa. Mereka dilatih untuk berpikir kreatif dan inovatif agar menciptakan terobosan baru di desa masing-masing. Dia berharap, kegiatan ini dapat turut membangkitkan kembali komitmen untuk memajukan kelompok sadar wisata dan potensi alam setempat.
Jika kualitas pengelola desa wisata meningkat, lanjut Igne, maka mereka akan mampu meningkatkan standar pelayanan di desa-desa wisatanya demi bersaing dengan destinasi-destinasi lain. "Ini kami lakukan untuk menjamin desa-desa wisata itu terus berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi yang berkelanjutan," katanya melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Kamis (27/6/2019).
BACA JUGA
Pihaknya berkomitmen untuk terus mendampingi desa-desa wisata binaan. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan yang ditujukan kepada segenap penanggung jawab yang terlibat dalam pengembangan desa-desa wisata. Pelatihan tersebut diberikan untuk mendorong perubahan ke arah yang lebih baik, terutama terkait standar pelayanan prima kepada segenap pengunjung.
"Di era kompetisi terbuka saat ini, destinasi-destinasi baru terus tumbuh di segala penjuru Indonesia. Kami ingin agar pengetahuan, wawasan, keterampilan operator desa-desa wisata tersebut terus terupdate dengan perkembangan dan kebutuhan saat ini," harapnya.
Selama pelatihan diberikan, peserta belajar langsung dengan Kepala Desa Candirejo Tatak terkait pengelolaan desa wisata. Peserta juga diajak studi banding dengan mengunjungi salah satu desa wisata Desa Kaki Langit. Rangkaian acara ditutup dengan berkeliling Malioboro. Di tempat ini, para peserta kembali mendapat pengetahuan dalam membangun area wisata yang digemari wisatawan lokal maupun mancanegara.
Pimpinan BCA KCU Jogja Anggardini Swadari menambahkan di wilayah DIY BCA memiliki beberapa desa binaan. Seperti Wirawisata Goa Pindul, Desa Wisata Pentingsari, Wisata Wayang Wukirsari. BCA juga membina komunitas Petani Jahe Emprit di Pemalang dan Jepara. "Kami mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berkesinambungan di pedesaan dengan menciptakan keadaan supaya masyarakat mampu bertumbuh dan mencapai kemajuan secara mandiri," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- BI DIY Salurkan Rp4,71 Triliun Uang Kartal Selama Ramadan 2026
- Update Harga Emas Minggu: UBS, Galeri24, Antam Kompak Menguat
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Bantuan Beras dan Minyak Goreng 33,2 Juta KPM Cair, April Tuntas
- Harga Cabai Anjlok Serentak, Bapanas Pastikan Stok Aman
- Harga Minyak Melejit, Pemerintah Siapkan Opsi WFH dan Hemat Rp80 T
- Konsumsi BBM Naik 28 Persen, Pertamina Jamin Stok Aman Saat Lebaran
Advertisement
Advertisement








