KFC Jepang Hentikan Pemesanan Usai Serangan Siber Mitra
KFC Jepang menutup aplikasi pemesanan setelah mitra logistik Nichirei Group terkena serangan siber yang mengganggu distribusi bahan baku.
Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo Vikram Sinha (kiri) bersama Director Android Partnerships, South East Asia and South Asia Google Mahir Sahin memperlihatkan logo kedua perusahaan di Jakarta, Rabu (3/7/2019)./Bisnis-Endang Muchtar
Harianjogja.com, JAKARTA — Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo Vikram Sinha menyatakan membaiknya kualitas layanan internet di perseroan, merupakan hasil dari kerja keras Indosat dalam menggenjot infrastuktur jaringan sepanjang tahun ini.
Ia mengatakan PT Indosat Tbk. (Indosat Ooredoo) terus menggenjot pembangunan BTS khususnya dalam 3 bulan terakhir atau sejak April 2019. Diketahui pada tahun ini Indosat Ooredoo menargetkan mengoperasikan 18.000 BTS 4G baru.
Langkah ini dilakukan, kata Vikram, untuk menghadirkan pengalaman internet yang semakin baik bagi para pelanggan dan meningkatkan cangkupan menjadi 87% dari populasi.
“Dalam 3 bulan terakhir kita lebih cepat lagi dalam membangun site baru, BTS, backhaul dan lain-lain sehingga kualitas layanan kami menjadi lebih baik,” kata Vikram kepada Bisnis.com, beberapa waktu lalu.
Vikram menambahkan selain BTS, dengan belanja modal sebesar hampir Rp10 triliun yang dianggarkan pada tahun ini, perseroan juga fokus untuk meningkatkan kapasitas jaringan di sejumlah kawasan yang memiliki trafik padat seperti Pulau Jawa lewat fiberisasi.
Dia menuturkan dalam 2 bulan terakhir, bekerjasama dengan mitra, Indosat terus melakukan fiberisasi di sejumlah titik dengan tingkat kepadan trafik yang tinggi. Indosat Ooredo bahkan berencana melakukan fiberisasi sebesar 30% pada 2019.
Vikram menargetkan pembangunan BTS dan peningkatkan kualitas jaringan Indosat akan selesai sebelum Desember 2019.
Namun, saat disinggung mengenai pencapaian jumlah BTS dan serap optik yang telah digelar, Vikram enggan berkomentar. Dia meminta masyarakat bersabar menunggu keterangan resmi perseroan saat pembacaan laporan keuangan pada Agustus 2019 mendatang.
“Sangat on the track [pembangunan jaringan], bahkan sebelum Desember 2019 harapannya sudah selesai [pembangunan] 18.000 BTS. Untukk angka pencapaian tunggu sampai finansial reporting pada Agustus nanti,” kata Vikram.
Sebelumnya, Opensignal, sebuah perusahaan swasta yang mengkhususkan diri dalam pemetaan cakupan nirkabel, telah menganalisis pengalaman seluler mulai 1 Februari - 1 Mei 2019, untuk menilik kinerja lima operator utama di Indonesia. Penelitian Opensignal melibatkan 3,3 juta perangkat, dengan total pengukuran sebanyak 4,5 miliar kali.
Hasilnya, berdasarkan laporan Opensignal Juli 2019, kecepatan rata-rata pengunduhan Indosat Ooredoo sebesar 4,8 Mbps, naik 1,6 Mbps dibandingkan laporan sebelumnya pada Desember 2018.
Adapun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, tumbuh 1,7 Mbps dari 3,18 Mbps pada Juni 2018. Kemudian untuk kecepatan unggah 4G, kecepatan Indosat Ooredoo tercatat sekitar 3 Mbps, naik 0,34 Mbps dibandingkan akhir 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
KFC Jepang menutup aplikasi pemesanan setelah mitra logistik Nichirei Group terkena serangan siber yang mengganggu distribusi bahan baku.
Prabowo-Gibran hadir di HUT ke-28 PAN dengan batik. Zulhas juga menyampaikan pernyataan soal Prabowo dalam acara di JICC Senayan.
Genre horor mendominasi pendaftar FFI 2026. Ario Bayu menyebut komedi dan drama juga banyak diproduksi sineas Indonesia.
Borobudur Indonesia Expo 2026 di Kota Magelang ditargetkan menarik 40.000 pengunjung dan transaksi Rp2 miliar untuk menggerakkan ekonomi daerah.
ASDP mengoperasikan 24 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk mengurai antrean kendaraan logistik dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Sebanyak 114 sekolah di Bantul masuk program revitalisasi 2026. Pembangunan ditargetkan selesai maksimal pertengahan Desember.