Bejo Jahe Merah Tebar Semangat Berkurban

Bejo Jahe Merah Tebar Semangat BerkurbanPresiden Direktur PT Bintang Toedjoe Simon Jonatan (dua kiri), Direktur Utama Lazismu Hilman Latief (paling kiri), Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (dua kanan), dan Brand Ambassador Bejo Jahe Merah Cholidi (kanan) dalam jumpa pers di Gedung PP Muhammadiyah, Jogja, Kamis (8/8)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
09 Agustus 2019 11:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—PT Bintang Toedjoe, anak perusahaan PT Kalbe Farma, melalui merek Bejo Jahe Merah mendukung semangat berkurban serentak di 1.000 masjid di seluruh Indonesia. Salah satu langkah strategis yang dilakukan Bejo Jahe Merah yakni menggandeng Lembaga Amil Azis Zakat dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu). 

Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe Simon Jonatan mengungkapkan kegiatan ini merupakan acara ke-12 dalam merayakan hari besar Islam bersama Lazismu. Ia mengungkapkan agenda kurban dan menyebarkan semangat berkurban serentak 1.000 masjid seluruh Indonesia merupakan cara PT Bintang Toedjoe mendekatkan diri kepada konsumen Indonesia yang mayoritas muslim. "Kami memastikan seluruh proses berkurban ini sesuai syariat Islam. Sama halnya dengan Bejo Jahe Merah yang kami pastikan perlindungan keamanan dan kualitas produknya karena seluruh proses produksi menggunakan bahan-bahan yang aman, halal, dan berkualitas untuk dikonsumsi," terang dia dalam jumpa pers di Gedung Muhammadiyah, Jogja, Kamis (8/8).

Sejalan dengan Lazismu yang mengusung tema Qurban untuk Kemanusiaan, Bejo Jahe Merah yang tengah melangsungkan kampanye Yakin Hangat, Yakin Halal, pada Iduladha tahun ini Bejo Jahe Merah mengangkat tema Yakin Ber-qurban, Yakin Halal. Bejo Jahe Merah ingin menyebarkan semangat berkurban yang dilakukan sesuai syariat Islam, di mana semangat ini harus datang dari keyakinan dan keteguhan hati untuk berbagi kebaikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Direktur Utama Lazismu Hilman Latief mengungkapkan berkurban merupakan salah satu pendekatan bagaimana merumuskan nilai-nilai kemanusiaan itu. "Kehangatan dan kebersamaan akan terus terpancar bersama para penerikan manfaat. Di sisi lain, dengan berkurman para peternak juga dapat merasakan kehangatan ini sehingga nilai ekonomi kurban dapat dirasakan dan berdampak untuk kesejahteraan masyarakat," kata dia.

Ia mengungkapkan kehangatan tersebut tidak sekadar dirasakan penerima manfaat yang ada di kawasan tertinggal, terluar, dan terdepaj (3T). Manfaat itu juga dirasakan di kantong-kantong kemiskinan di desa dan di kota, kawasan rawan bencana, serta negara-negara yang berada dalam situasi konflik seperti Palestina, Myanmar, dan Yaman.

Ia mengatakan kehangatan merupakan buah amal kebajikan dan halal sebagai status hukum dalam Islam melalui momentum kurban merupakan prinsip yang terus dipegang Lazizmu. "Lazismu mengucapkan terima kasih kepada PT Bintang Toedjoe yang masih mempercayakan kolaborasi ini. Semoga apa yang telah direncanakan dapat menguatkan kembali nilai-nilai kedermawanan dan kemanusiaan," terang dia.

Ketua Umum PP Muhammadiyah  Haedar Nashir mengungkapkan berbagi ini disebut berkurban atau adha untuk menunjukkan kedekatan pada Tuhan yang dimanifestasikan dalam hubungan kemanusiaan. Ia pun mengapresiasi apa yang dilakukan PT Bintang Toedjoe. "Dalam Islam, enggak cukup hubungan dengan Allah dan alam semesta, tetapi juga sesama. Kecintaan manusia bukan hanya pada dirinya tetapi pada orang lain," kata dia.