Pandanaran Ajak Wisman Kenali Budaya Indonesia

Pandanaran Ajak Wisman Kenali Budaya IndonesiaHotel Pandanaran Prawirotaman mengajak wisatawan mancanegara mengenali budaya Indonesia lewat Festival Tarian dan Makanan Tradisional, Kamis (8/8)./ Ist - Hotel Pandanaran Prawirotaman.
10 Agustus 2019 07:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Hotel Pandanaran Prawirotaman menggelar kegiatan Festival Tarian dan Makanan Tradisional di halaman Hotel Pandanaran, Kamis (8/8). 

Terang Afida, Public Relations Officer Hotel Pandanaran mengungkapkan acara ini merupakan serangkaian kegiatan tahunan Festival Prawirotaman yang pada tahun ini kembali digelar untuk kedua kalinya di sepanjang Jalan Prawirotaman. Yang menarik, Hotel Pandanaran menyuguhkan berbagai jenis makanan tradisional yang sudah mulai jarang ditemui, seperti gandhos, gatot, soto bathok kweni, tiwul, mi pentil hingga jajanan otek.

Jajanan tersebut ditawarkan dengan harga murah, mulai dari Rp5.000 saja. “Pengunjung di sini diajak untuk sedikit bernostalgia dengan jajanan tradisional yang mungkin sudah jarang kita temui saat ini. Di sisi lain, kami juga ingin memerkenalkan makanan khas Indonesia kepada tulis mancanegara," kata dia dalam rilisnya, Jumat (9/8).

Selain makanan tradisional, pada pukul 18.30 WIB berbagai macam tarian khas Indonesia seperti tari Caping Ayu, Senyum Indonesia, Manunggaling Roso, Gedrug, Jaranan, Janguk Kenes, Tumandang Gawe, dan Manuk Rawe juga disuguhkan dalam kegiatan tersebut. Antusiasme dan kegembiraan terlihat jelas dari raut wajah turis lokal maupun mancanegara yang menonton pertunjukan tersebut, hingga acara selesai pukul 20.00 WIB.

"Dengan menyuguhkan festival tari-tarian dan makanan tradisonal seperti ini, diharapkan dapat menarik daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara dan menjadi agenda rutin tahunan untuk melestarikan budaya Indonesia khususnya di daerah Prawirotaman," terang dia.

Hotel ini merupakan hotel bintang tiga yang berlokasi di Jalan Prawirotaman no.38 Jogja. Daerah Prawirotaman sendiri dikenal sebagai kampung bule yang tidak pernah sepi akan pengunjung dari dalam maupun luar negeri. (Kusnul Isti Qomah/*)