Penarikan Uang Lusuh Dipercepat, Buruan Tukarkan!

Penarikan Uang Lusuh Dipercepat, Buruan Tukarkan! Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Miyono - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
01 September 2019 21:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Uang lusuh masih banyak beredar di masyarakat. Perwakilan Bank Indonesia DIY pun mengambil langkah untuk mempercepat penyerapan uang lusuh dari masyarakat. 

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Miyono mengungkapkan keberadaan uang lusuh memang relatif banyak di DIY. Karena itu, pihaknya memutuskan untuk menyedot uang lusuh dan ditarik ke BI secepat mungkin sehingga BI bisa memberikan layanan kepada masyarakat berupa uang yang lebih baik untuk bertransaksi. "Salah satu upaya selain menggandeng perbankan juga menggandeng retail dan BPR. Mereka sudah kami kumpulkan dan kami ajak untuk menjadi pemburu uang lusuh," terang dia, Minggu (1/9).

Miyono mengungkapkan retail dan BPR diharapkan bisa mengumpulkan uang lusuh apalagi transaksi di toko retail sangat besar. Ketika uang lusuh sudah dikumpulkan maka akan ditukarkan ke kas keliling BI. "Kegiatan ini sudah jalan sejak sepekan lalu. Antusiasme masyarakat cukup besar karena uang yang kami sediakan di kas keliling selalu habis. Per minggu kas keliling minimal dua kali. Dalam setia kalinya, biasanya menyediakan uang sekitar Rp380 juta," papar dia.

Kegiatan ini juga merupakan wujud menjalankan kebijakan clean money policy. Sudah menjadi tugas BI untuk secepatnya menarik uang lusuh dengan berbaga cara. "Uang lusuh yang paling uang pecahan kecil yaitu di bawah Rp100.000 dan Rp50.000," kata dia.

Pihaknya juga sedang melakukan penjajakan dengan Pemkot Jogja untuk bersinergi dalam bersosialisasi dan mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat uang. "Cara merawat uang yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi," kata dia.

Masyarakat juga bisa langsung menukarkan uang lusuh yang telah dikumpulkan ke kas keliling BI. Untuk jadwal kas keliling, BI akan aktif mengumumkan melalui media sosial. "Uang lusuh yang dikumpulkan akan diracik dan tidak akan beredar lagi. Uang lusuh paling banyak beredar di Jogja sehingga kegiatan ini kami fokuskan di Jogja dahulu. Nanti akan merambah kabupaten lain di DIY," terang dia.