Hadapi Revolusi Industri, IKM Harus Siap Berinovasi

Hadapi Revolusi Industri, IKM Harus Siap Berinovasi Dirjen IKM dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, memberikan sambutan dalam dalam Startup 4 Industry 2019 di Block 71 Yogyakarta, Jogja, Jumat (6/9/2019). - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
07 September 2019 06:07 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Implementasi Revolusi Industri 4.0 melalui transformasi digital bisa diwujudkan pada industri kecil dan menengah (IKM). Butuh upaya bersama dari pemerintah, penyedia teknologi, serta komitmen IKM untuk mewujudkannya.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, mengungkapkan IKM dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) jumlahnya 99% dari total jumlah usaha di Indonesia. Sudah selayaknya IKM dan UMKM mendapatkan stimulan dan perhatian khusus untuk dapat bersaing dan mengembangkan usahanya.

"Beberapa permasalahan yang dihadapi IKM salah satunya keterbatasan kemampuan dalam digital marketing, pengelolaan supply chain, serta pengolahan data yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis," kata dia kepada wartawan di sela-sela tech link atau business matching antara IKM dan startup dalam Startup 4 Industry 2019 di Block 71 Yogyakarta, Jogja, Jumat (6/9).

Untuk mendorong inovasi teknologi untuk IKM, Kemenperin mendukung gerakan transformasi digital melalui program Startup 4 Industry. Gati mengungkapkan Kemenperin meluncurkan program Making Indonesia 4.0 Startup 2019 dengan tema Startup 4 Industry 2019 pada 30 Agustus 2019.

"Hal ini merupakan langkah untuk mendorong keterlibatan startup dalam Revolusi Industri 4.0. Ekosistem inovasi ini perlu dibangun bersama sehingga akan menjembatani kebutuhan industri dan inovasi yang dihasilkan," tutur dia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Aries Riyanta, mengatakan sangat penting untuk meningkatkan daya saing IKM termasuk yang ada di DIY. Selain dengan transformasi industri, IKM perlu juga memperhatikan legalitas dan stardardisasi dan sertifikasi untuk bisa berdaya saing. "Kami terus mendorong agar IKM memperhatian kedua hal itu. Banyak IKM yang sudah sadar untuk meningkatkan daya saing terutama yang menengah. Semua aspek produk harus dibuat menarik," kata dia.