Menkominfo Sebut PHK Bukalapak sebagai Strategi

Menkominfo Sebut PHK Bukalapak sebagai StrategiKaryawan menunjukkan salah satu fitur di aplikasi Bukalapak. - Antara/Aprillio Akbar
11 September 2019 17:07 WIB Amanda Kusumawardhani Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan keputusan PT Bukalapak memberhentikan karyawannya merupakan dinamika bisnis startup.

Berdasarkan catatannya, Bukalapak telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 100 orang dari total 2.600 pegawai.

"Saya dikasih tahu ada 100 [yang di-PHK] dari 2.600 [pegawai]. Kecil itu dari dinamika bisnis startup yang perubahannya sangat cepat. Menurut saya ini hal yang wajar," katanya di Istana Negara, Rabu (11/9/2019).

Menurutnya, struktur Bukalapak bukanlah sebuah pabrik yang cenderung stabil. Startup, dalam hal ini adalah e-commerce, memiliki ritme perubahan sangat cepat mengikuti tren yang ada.

Namun, dia memastikan langkah manajemen untuk melakukan PHK lebih berkaitan dengan menyesuaikan strategi internal, bukannya mendekati kebangkrutan. Pasalnya, dia mengklaim pertumbuhan Bukalapak cukup pesat.

"Ini bukan karena Bukalapak mau tutup, bukan. Kalau di industri lain memang PHK, biasanya dilakukan kalau perusahannya sudah menurun kinerjanya. Ini naik tiga kali masa PHK kaya gitu," jelasnya.

Sebelumnya, Head of Corporate Communications Bukalapak Intan Wibisono menyatakan Bukalapak telah tumbuh menjadi unicorn (perusahaan rintisan yang valuasinya lebih dari US$1 miliar) dalam waktu singkat.

Di skala perusahaan seperti ini,  ujarnya,  perusahaan perlu menata diri dan beroperasi sebagai perusahaan yang sudah dewasa atau grown up company. Hal ini dilakukan untuk menjamin visi perusahaan terus tumbuh sebagai perusahaan dagang-el berkelanjutan dalam jangka panjang.    

“Tentunya, sudah lazim untuk perusahaan manapun melakukan penataan internal secara strategis untuk mendukung implementasi strategi bisnisnya. Demikian pula dengan Bukalapak," ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia