GrabFood Tumbuh Terpesat di Asia Tenggara

GrabFood Tumbuh Terpesat di Asia TenggaraDari kiri, City Manager 2-Wheels, Yogyakarta, Grab Indonesia Habdillah Anuraga; Sosiolog dan Peneliti Independen Bayu A. Yulianto serta Senior Manager Marketing 2-Wheels Grab Indonesia Michael Dwi Putra seusai sosialisasi Kampanye AntiNgaret di Antologi Collaboration Space, Sleman, Kamis (8/8)./ Harian Jogja - Mediani Dyah Natalia
23 September 2019 07:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Grab Food menjadi platform pengiriman makanan nomor satu yang paling sering digunakan di enam negara Asia Tenggara yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, berdasar penelitian pasar yang dilakukan oleh Kantar.

Diluncurkan dalam versi beta pada 2016, GrabFood telah berkembang dari satu negara dan dua kota pada Januari 2018, menjadi 221 kota di enam negara saat ini dan merupakan satu-satunya pemain regional yang menyediakan layanan pesan-antar makanan di seluruh Asia Tenggara. “Sejak Juni 2018 hingga Juni 2019, nilai pendapatan kotor atau GMV, Grab Food di Asia Tenggara berkembang pesat sebesar 900 persen. Pada paruh pertama 2019a, GMV GrabFood di Indonesia naik hingga tiga kali lipat, sedangkan GMV di Vietnam, Thailand, dan Filipina meningkat lebih dari empat kali lipat,” kata Public Relations Officer Grab Cities, Tiara, melalui siaran pers, Jumat (20/9).

Di Indonesia, pangsa pasar GrabFood hampir mencapai 50%. Angka tersebut naik dari 15% sejak satu tahun yang lalu dan akan segera menjadi platform pesan-antar makanan terbesar di Indonesia pada akhir kuartal ini. Saat ini GrabFood telah berhasil menjadi platform pesan-antar makanan pilihan utama bagi masyarakat Indonesia.

Menurut penelitian konsumen oleh Kantar, GrabFood adalah platform pesan-antar makanan #1 yang paling sering digunakan di Indonesia. Sekitar 57% orang Indonesia mengatakan GrabFood adalah platform pesan-antar makanan yang paling sering mereka gunakan, diikuti oleh merk pesaing lainnya sebesar 42%.

GMV GrabFood mengalami pertumbuhan pesat sebanyak tiga kali lipat pada semester awal tahun ini, menempatkan GrabFood sebagai platform pesan-antar makanan terbesar di Indonesia pada akhir kuartal ini. Hal ini juga didukung oleh pertumbuhan pesat dari kota-kota besar di luar Jakarta seperti Surabaya, Medan, dan Bandung yang mengalami pertumbuhan GMV hampir empat kali lipat, tentunya didukung dengan strategi hyperlocal yang kuat.

Pesatnya pertumbuhan GrabFood di Indonesia juga dapat dikaitkan dengan kehadiran berbagai merchant restoran cepat saji dan berbagai pilihan makanan lokal yang dikenal dan dicintai oleh masyarakat Indonesia. Sejak tahun ini, jumlah mitra merchant yang terdapat di GrabFood meningkat dua kali lipat dan memberikan konsumen lebih banyak lagi pilihan makanan untuk dinikmati.

“GrabFood juga telah memperkenalkan konsep cloud kitchen dan baru saja meresmikan Grab Kitchen ke-10 di Indonesia. Grab Kitchen merupakan bagian integral dalam pertumbuhan Grab Food di Indonesia. Grab Food berencana memperluas jaringan cloud kitchen miliknya secara signifikan, dengan membuka lebih dari 50 Grab Kitchen yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia pada akhir tahun ini,” katanya.