Advertisement
Harga Bahan Pangan Masih Fluktuatif
Salah satu pedagang telur di Pasar Kotagede tengah melayani pembeli, Senin (2/4/2018). (JIBI/Harian Jogja - Rheisnayu Cyntara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Memasuki pekan kedua Oktober 2019, fluktuasi harga bahan pangan di pasaran masih terjadi. Fluktuasi ini masih dialami bahan pangan seperti daging ayam, telur ayam, cabai, bawang merah, dan bawang putih.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto mengatakan bahan pangan yang mengalami kenaikan harga yakni telur ayam ras, cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit merah, bawang merah dan bawang putih kating. Sementara, bahan pangan yang mengalami penurunan harga yaitu daging ayam broiler, cabai rawit hijau dan bawang putih kating.
Advertisement
"Meskipun produksi cabai di DIY sedikit berkurang, tetapi produksi di sentra cabai di daerah lain masih cukup banyak. Karena itu, harga cabai cenderung naik turun. Ada yang mengalami kenaikan dan penurunan. Pasokan cabai diperkirakan akan melimpah pada November mendatang karena sudah memasuki musim panen.
Ia menjelaskan kenaikan harga yang ada tidak begitu signifikan. Pasalnya persediaan stok masih cukup banyak, sedangkan permintaan normal. Ia menyebutkan harga cabai merah keriting naik dari Rp29.700 menjadi Rp32.000 per kilogram (kg), cabai merah besar naik dari Rp30.000 menjadi Rp31.700 per kg, dan cabai rawit merah naik dari Rp39.300 menjadi Rp43.300 per kg. "Untuk cabai rawit hijau turun dari Rp28.000 menjadi Rp27.000 per kg," paparnya.
Kenaikan harga juga dialami bawang merah. Bahan pangan ini sebelumnya sempat anjlok di harga Rp12.000 per kg, kini menjadi Rp14.000 per kg. Harga bawang merah di pasaran atau tingkat konsumen tersebut dinilai masih menguntungkan bagi petani bawang merah di Bantul.
Kemudian, untuk harga telur ayam negeri naik tipis dari Rp19.700 menjadi Rp20.200 per kg dan bawang putih kating dari Rp26.300 menjadi Rp26.700 per kg. Sebaliknya, harga daging ayam broiler turun dari Rp32.000 menjadi Rp31.700 per kg.
Ia menjelaskan berdasarkan hasil pantauan pasar di Beringharjo, Kranggan, dan Demangan harga relatif stabil terjadi pada beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, dan daging sapi. Permintaan konsumen di DIY juga relatif santai alias tidak mengalami peningkatan sehingga ikut menekan harga beberapa bahan pangan selain pasokan yang melimpah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penggerobak dan Bank Sampah di Gunungketur Jogja Dapat Apresiasi
Advertisement
Favorit Nataru, KA Joglosemarkerto Angkut Puluhan Ribu Penumpang
Advertisement
Berita Populer
- KAI Daop 6 Tebar Diskon Tiket 30 Persen hingga 10 Januari 2026
- Perputaran Uang di DIY Tembus Rp9 Triliun Selama Libur Nataru
- Harga Emas Galeri 24, UBS, dan Antam Turun Hari Ini
- GIPI DIY: Nataru Ramai, Lama Tinggal Wisatawan Masih Jadi PR
- OJK DIY Catat Industri Jasa Keuangan Tumbuh Stabil
- Penjualan Bakpia dan Wingko Pasar Ngasem Ditarget Naik 50 Persen
- Mentan Percepat Rehabilitasi Irigasi Demi Swasembada Beras
Advertisement
Advertisement



