Artotel Gelar Pameran Resurgence

Artotel Gelar Pameran ResurgenceSeniman Arif Hanungtyas S. di tengah karyanya dalam pameran bertema Resurgence di Artspace Artotel Yogyakarta, Kamis (10/10)./ Harian Jogja - Mediani Dyah Natalia
11 Oktober 2019 09:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN–Artotel Yogyakarta kembali menghadirkan pameran tunggal bersama Arif Hanungtyas, dengan tema Resurgence. Pameran dibuka pada Kamis (10/10) di Artspace Artotel Yogyakarta dan pameran ini akan berlangsung hingga 24 November 2019.

Seniman Arif Hanungtyas S. merupakan lulusan Universitas Negeri Yogyakarta, jurusan pendidikan seni rupa, mengawali karier senimannya pada pameran karya 2013 dengan karya yang berjudul Imaji Hiu Dalam Lukisan. Enam tahun ia berproses menghasilkan karya yang beragam, hingga pameran terbarunya pada 2019 di Kiniko Art Space.

Melalui pameran tunggal di Artotel Yogyakarta inilah menjadi momen untuk Hanung merekam sekaligus menjadi sebuah karya retrospektif selama ia berkarya, karena Hanung akan menampilkan perjalanan karyanya dari sejak 2016 hingga 2019.

“Karya saya lebih mengalir, tidak hanya lukisan, ada juga instalasi dan performance lain. Karya yang dipamerkan ini adalah perjalanan saya dari 2016-2019. Bisa dikatakan karya top saya. Pada pameran ini ada 23 karya,” katanya di sela-sela pembukaan pameran tunggal, Kamis.

Beberapa karya yang ditampilkan memiliki latar belakang dari ingatan yang dimilikinya dari masa kecil hingga beberapa momen yang terjadi pada masa kini. Hanung ingin menggambarkan ingatan dan merasakan kembali ingatan tersebut dalam bentuk tekstur ataupun goresan dari kuasnya. Bahkan menambahkan sentuhan jarinya kedalam karyanya dan ingin melihat seberapa besar distorsi yang terjadi dalam mengingat kenangan atau momen tersebut.

Windi Salomo, Art Director Artotel Group menyampaikan karya-karya yang dipamerkan oleh Hanung lebih kepada memori ingatannya secara personal sehingga melalui pameran Resurgence ini pengunjung diajak untuk lebih memahami bagaimana ia membentuk persepsi akan sebuah lukisan nonfiguratif atau abstrak tersebut. "Melalui beberapa karya lukisannya dari 2016-2019 dengan warna yang menenangkan dan dengan khayalannya yang liar, Hanung ingin menunjukkan seberapa jauh prosesnya dalam berkarya dan mampu bertahan di masa yang sangat kompetitif ini," kata dia dalam rilisnya, Rabu (9/10).