Abekani Angkat Karakteristik Unik Kulit

Abekani Angkat Karakteristik Unik KulitTunjung Pratiwi (tengah) / Ist - JNE
12 Oktober 2019 11:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kulit merupakan bahan alami dan mempunyai karakteristik unik yang selalu berbeda satu sama lain. Karakteristik unik inilah yang coba diangkat oleh Tunjung Pratiwi yang merupakan pemilik dari produk berbahan kulit Abekani.

Abekani yang berlokasi di DIY memproduksi produk-produk buatan tangan yang memakai bahan 100% kulit asli. Produk yang dihasilkan yaitu tas klasik hingga aksesori notebook. Hampir semua produk menggunakan bahan kulit sapi dengan kualitas yang baik, tetapi harga terjangkau.

Variasi warna, tekstur, dan ciri alamiah adalah karakteristik yang terdapat pada bahan kulit asli. Hal itu justru meningkatkan karakter dan keindahan kulit yang mampu menarik minat konsumen. Karakter ini pulalah yang membedakan kualitas kulit asli dari yang imitasi.

Tunjung Pratiwi, owner Abekani menjelaskan pada 2009, Abekani memulai usaha dengan memproduksi tali kamera, ponsel, hingga notebook sleeve dengan modal awal Rp2 juta. Produk tersebut dipasarkan melalui forum fotografi, hingga ditawarkan secara offline melalui konsinyasi di toko ponsel. Namun, upaya tersebut tidak mendapatkan respons yang baik dari pasar.

Ketika produk Abekani dipasarkan melalui dagang elektronik (dagang-el), produknya mendapatkan respons yang baik. Bahkan ia mendapatkan pemesanan khusus tas kamera dan tas laptop. “Berkat peluang besar yang ada di pasar digital tersebut, Abekani memutuskan untuk membuat sebuah web yang menjajakan seluruh produk, lalu berkembang ditampilkan di media sosial," tutur Tunjung di Silol Kopi & Eatery beberapa waktu lalu.

Dalam perkembangannya, Abekani mulai memproduksi tas yang dapat dipakai pria dan wanita. Setelah menerima banyak masukan dari komunitas pelanggan setia, maka produk andalan Abekani difokuskan pada tas khusus wanita, hingga akhirnya Abekani dikenal sebagai salah satu merek tas kulit wanita.

 Contoh produk Abekani/Ist

Tempat Diskusi

Tunjung pun menceritakan pada mulanya grup pelanggan Abekani terbentuk dengan tujuan sebagai tempat diskusi mengenai perawatan tas kulit, hingga media untuk pelanggan memberikan masukan secara langsung. “Namun, anggota komunitas terus bertambah dan saat ini sudah mencapai 27.000 orang lebih, mulai dari yang berdomisili di dalam negeri, sampai dengan luar negeri, seperti Hong Kong dan Qatar”, ungkapnya.

Melalui rencana awal yang sederhana, Abekani mendapatkan masukan yang sangat berguna di dalam perkembangan setiap produknya. Akhirnya pada 2017, Abekanian nama pelanggan setia Abekani melakukan acara Meet Up Nasional yang diselenggarakan dengan biaya swadaya dengan peserta lebih dari 1.400 orang dari seluruh Indonesia.

Semakin berkembangnya Abekani, tidak lepas dari bantuan jasa ekspedisi yang mendorong cepatnya proses transaksi. Menghadapi tantangan tersebut, JNE menawarkan solusi yang memberikan kemudahan untuk para pelaku UMKM dengan meluncurkan Friendly Logistic. Layanan terbaru dari JNE ini memungkinkan pelaku usaha menitipkan langsung barang dagangannya di gudang JNE untuk dikelola, hingga pendistribusian ke pembeli. 

Adi Subagyo selaku Branch Manager JNE Yogyakarta menjelaskan dengan program ini pelaku usaha tidak perlu repot-repot lagi mengurus penyimpanan, pengaturan stok, kemasan atau pengurusan pengiriman barang. “Pelaku usaha cukup fokus meningkatkan kualitas produksi, selanjutnya berbagai aktivitas di bidang logistik dalam proses bisnis, JNE yang akan menanganinya”.

Pengelolaan warehousing oleh Friendly Logistic dijamin keamanannya, serta dikelola secara profesional dan terintegrasi langsung dengan layanan pengiriman. Layanan Friendly Logistics juga menyediakan sistem yang dapat digunakan pelaku usaha untuk melihat update data jumlah stok barang, dan status pengiriman tiap paket yang dititipkan di layanan ini.