Driver Ojol Jogja Harap Ada Pembantasan Jumlah

Driver Ojol Jogja Harap Ada Pembantasan JumlahIlustrasi. - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
14 November 2019 09:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membatasi jumlah driver online mendapat respons baik dari pengemudi ojek daring di Jogja. Kebijakan itu diharapkan tidak hanya untuk wilayah DKI Jakarta.

Sekretaris Jenderal Paguyuban Gojek Driver Jogja (Pagodja) Widi Asmara menilai rencana pemerintah tersebut baik, dalam artian nantinya dapat sesuai antara jumlah order dengan jumlah pengemudi.

“Kalau ada tambah terus tidak dibatasi memang bisa overload sehingga harapannya dari aplikator juga terbuka untuk membuka data mitra driver,” kata Widi, Rabu (13/11).

Diharapkan dapat diutamakan driver yang aktif dalam kesehariannya. Jika tidak ada batasan, dia menilai rasio order dengan jumlah pengemudi tidak imbang sehingga order tidak merata.

Meski diakuinya pada momen tertentu memang menjadi penting dengan jumlah driver banyak. Namun ia lebih berharap ada rasionalisasi pembatasan pengemudi. Dengan harapan nantinya pendapatan dapat lebih merata.

Dilansir dari Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) Kemenhub akan membatasi jumlah pengemudi ojek daring mengingat maraknya aplikator baru yang menjadi penantang dua raksasa Gojek dan Grab.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan akan berkoordinasi dengan para aplikator Gojek dan Grab untuk membatasi pertumbuhan pengemudi terutama pengemudi ojek daring atau sering disebut ojek online (ojol). “Keseimbangan juga penting kalau melebihi berakibat mengganggu lalu lintas dan mengurangi pendapatan para penarik ojol. Jadi, saya sampaikan untuk kurangi penambahan,” kata Budi.

Rencana Budi tersebut pada awal akan membangun tempat pemberhentian dikerjasamakan dengan perusahaan aplikator khususnya untuk wilayah DKI Jakarta menggandeng Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.