KAI Siap Hadapi Nataru, Penumpang Pesawat Justru Diprediksi Turun

KAI Siap Hadapi Nataru, Penumpang Pesawat Justru Diprediksi Turun Dirut Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro ketika ditemui di di Stasiun Besar Tugu Yogyakarta, Jogja, Selasa (10/12) malam. - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
11 Desember 2019 06:47 WIB Kusnul Isti Qomah & Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menghadapi Natal PT KAI (Persero) melakukan persiapan untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru. Jumlah penumpang dan tempat duduk pun diprediksi meningkat mencapai 4%. 

Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro mengatakan salah satu bentuk kesiapan KAI yakni dengan menginspeksi pada 10, 11, dan 12 Desember 2019 di jalur utara dan selatan. Inspeksi itu untuk mengetahui kesiapan masing-masing daerah operasi dan stasiun besar yang menjadi tujuan penumpang.

"Kami juga lihat daerah rawan dan tindakan apa yang harus diambil untuk antisipasi. Operasi Nataru kali ini dimulai 19 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020. Sebab itu teman-teman Daop, Divre mempersiapkan diri untuk operasi Nataru selama 18 hari ini," kata dia kepada wartawan di Stasiun Besar Tugu, Jogja, Selasa (10/12) malam.

Ia mengatakan persiapan Nataru kali ini fokusnya tetap sama untuk memastikan keselamatan perjalanan dan kenyamanan penumpang. Selain itu, daerah rawan ambles, longsor, banjir, termasuk rawan di perlintasan juga dipetakan agar dapat mengambil langkah yang tepat untuk antisipasi.

"Kam siapkan satu per satu. Khusus Daop 6 titik rawan dicarikan solusi. Dahulu akibat genangan dan dicari tahu penyebabnya karena drainase yang enggak bener dan sudah dibereskan," ujar dia.

Adapun untuk jumlah tempat duduk akan ada peningkatan sebesar 4% disesuaikan dengan prediksi kenaikan jumlah penumpang. "Untuk tempat duduk secara menyeluruh naiknya empat persen dari 5,6 juta tempat duduk. Untuk puncak kepadatan penumpang masing-masing Daop berbeda tergantung arus ke situ. Kami anggap puncak arus itu saat tempat duduk terjual habis karena enggak bisa lebih dari itu kapasitasnya. Untuk KA tambahan ada 30 rangkaian," kata dia.

EVP PT KAI Daop 6 Eko Purwanto mengungkapkan Daop 6 pun sudah siap menyambut Nataru. Titik rawan banjir, longsor, ambles sudah dimitigasi dan diantisipasi dengan pengerjaan drainase. Pengerjaan itu telah rampung dilakukan.

"Daop 6 perjalanan KA tambah. Ada yang berangkant dari Daop 6 saja itu lima rangkaian. Kapasitas total Nataru itu untuk reguler sama tambahan ada tempat duduk sebanyak 1,065 juta. Naik empat persen," kata dia.

 

Penumpang Turun

Airport Operation & Services Senior Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara International Adisutjipto Yogyakarta, Riyaman mengatakan melihat tren sejak awal tahun ada penurunan penumpang, diprediksi juga pada libur Nataru kali ini tidak seramai tahun sebelumnya. “Kalau dibanding hari biasa meningkat, tetapi kalau dibanding tahun lalu diprediksi menurun, karena kondisi traffic penumpang di Bandar udara menurun. Untuk penumpang -19,8 persen, pesawat -12,20 persen dan kargo -8,4 persen,” ucap Riyaman, Selasa (10/12).

Dikatakan Riyaman kondisi saat ini sejak awal tahun mengalami penurunan. Pada hari biasa kisaran 15.000 – 18.000 penumpang, dan pada akhir pekan paling banyak 20.000, padahal dulu bisa mencapai 23.000. “Saya tidak bisa memastikan penyebabnya, perlu penelitian lebih lanjut pastinya. Tetapi prediksi banyak faktor gak bisa menjustifikasi, adalah pertama harga tiket, kedua di Jawa sudah tol pilihan akses menjadi lebih banyak,” katanya.

Meski diprediksi penumpang tidak sebanyak pada 2018, pihaknya telah memulai berkoordinasi dengan lintas instansi untuk kesiapan Posko Nataru yang direncanakan akan ada dua di Bandara International Adisutjipto dan satu di Yogyakarta International Airport (YIA), mulai Kamis (19/12) – Senin 16 Januari 2020.

Riyaman juga mengatakan saat ini sudah ada dua maskapai yang sudah merencanakan penerbangan tambahan, yaitu Garuda ada enam penerbangan dan Citilink ada dua. Kedua maskapai tersebut rencanaya akan diarahkan ke YIA. “Adisutjipto juga ada rencana tetapi pesawat propeller,” katanya.

Pengelola administrasi Terminal Giwangan, Aji Fajar mengatakan saat ini pimpinan di Terminal Giwangan sedang rapat koordinasi terkait persiapan Nataru. Peningkatan penumpang pun saat ini belum terjadi.