Advertisement
Erick Thohir Ingin Satukan Rumah Sakit Milik BUMN, Omzetnya Bisa Mencapai Rp5 Triliun per Tahun!
Menteri BUMN Erick Thohir. - Suara.com/Stephanus Aranditio
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Keberadaan anak usaha dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berupa rumah sakit membuat kaget Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Ia mau menyatukan bisnis rumah sakit milik perusahaan pelat merah. Dia mengatakan, jika bisnis tersebut dikonsolidasikan, omzet terbilang besar, yaitu Rp5 triliun per tahun. Bahkan angka tersebut membuat Erick kaget.
Advertisement
"RS BUMN sendiri punya revenue kalau dikonsolidasikan sekitar Rp 5 triliun revenue-nya. [omzet Rp 5 triliun] per tahun, kaget kan? saya saja kaget," kata Erick ditemui di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020).
Menurutnya angka tersebut memiliki potensi yang bagus. Oleh karenanya - BUMN perlu dikelola dengan fokus, bukan dikelola oleh BUMN yang bisnis utamanya bergerak di sektor lain.
BACA JUGA
"Nah ini kan cukup potensi. Sayang kan bisa difokuskan jadi expertise. Tidak perlu di bawah Pelni, Pertamina, Pelindo. Pelindo bisnisnya ada yang lebih pasti kok, perkapalan, pelabuhan dan lain-lain kok," jelasnya.
Begitu juga Pertamina yang menurutnya bisa fokus ke bisnis intinya dan tidak lagi memikirkan bisnis nya.
"Padahal fokus utamanya Pertamina kan migas. Pertamina punya 25 sumur yang harus dieksplorasi. Lifting sekarang turun. Nah hal-hal ini kita nggak mau auto fokus. Nah saya rasa ini akan jadi konsolidasi yang baik, jadi bisnis yang juga progresif dan bisa bersaing," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dana Hibah Padukuhan Sleman Rp30,3 Miliar Masih Tunggu Regulasi
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Pelaporan SPT Tahunan Tembus 1,15 Juta hingga Awal Februari 2026
- Data BPS: Harga Beras Naik di Semua Level
- Meet the Investor 3 Buka Akses Modal Hingga Rp100 Miliar di Jogja
- Daop 1 Jakarta Catat 178.897 Tiket Mudik Terjual
- Jogja Deflasi Awal 2026, Harga Kebutuhan Diprediksi Naik Saat Ramadan
- Harga Emas Pegadaian Turun, Galeri24 dan UBS Kompak Terkoreksi
- Satgas Saber Awasi Harga Daging Sapi Jelang Ramadhan 2026
Advertisement
Advertisement



