DIY Tingkatkan Kualitas Wisata, Berikut Langkahnya

DIY Tingkatkan Kualitas Wisata, Berikut LangkahnyaWisatawan di Candi Prambanan. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
22 Januari 2020 10:57 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata DIY bertekad terus meningkatkan kualitas wisata dan lama tinggal wisatawan di DIY.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengungkapkan kualitas pariwisata di DIY akan terus ditingkatkan mulai dari sarana hingga sumber daya manusia. "Kami akan tingkatkan terus. Untuk peningkatan kualitas SDM, pola yang akan dilakukan adalah pola pendampingan. Para pendamping akan terjun ke destinasi, kelompok, atau desa wisata. Jika ada yang perlu diperbaiki akan diperbaiki. Ini lebih efektif daripada mengumpulkan mereka di satu ruangan untuk seminar, tetapi setelah seminar lupa," kata dia, Selasa (22/1).

Singgih menyebutkan dari sisi industri, saat ini Dinas Pariwisata sedang menggalakkan pola sinergitas. Contohnya di Mangunan, Bantul di mana pemerintah menyinergikan industri dengan beberapa komponen pentahelix. Rencana ini akan diwujudkan pada 2020 sehingga sinergi yang terjadi bisa lebih baik lagi.

"Untuk fokus pengembangan 2020 dari Dinas Pariwisata tidak terlalu banyak tempat yang disentuh secara fisik. Kita fokus ke Mangunan lagi untuk mengembangkan lanskap dan daya tarik. Nantinya melalui dana DAK pariwisata. Kalau lainnya akan dilakukan perencanaan dalam bentuk DED," ujar dia.

Untuk sasaran wisatawan asing, ia menjelaskan pada 2020-2025 pemerintah akan lebih fokus pada negara Asia Tenggara, Asia, plus Australia. Menurutnya, potensi pasar di daerah tersebut lebuh bagus. Hal ini dilakukan sebagai strategi untuk meraih visi Riparda untuk menjadi daerah tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara.

"Kami harap, selain Malaysia dan Singapura kunjungan wisatawan dari Bangkok atau Thailand juga banyak. Wisatawan yang berkunjung ke Bangkok sangat banyak. Kalau ada direct flight ke Bangkok dan Jogja, bisa jafi alternatif. Australia pangsa pasar cukup bagus. Selama ini belum ada penerbangan langsung. Yang ada Perth ke Bali dan Bali ke Jogja. Tahun ini kita promosikan potensi Jogja di Perth dan Melbourne," kata dia.

 

Lama Tinggal

Peningkatan lama tinggal juga jadi perhatian. Dari sisi data, sangat penting untuk dikelola dengan baik. Dasar menghitung lama tinggal adalah berasal dari wisatawan yang datang ke hotel bintang dan nonbintang yang menjadi sasaran pemerintah. Namun, sata ini banyak hotel yang belum terdata.

"Banyak homestay yang dikelola masyarakat sendiri dan melalai operator hotel virtual. Itu belum kami sasar. Kami akan masuk ranah pembenahan data," kata dia.

Hal yang perlu didorong lainnya adalah sisi atraksi misalnya event sepeda dibuat dua hari agar menambah waktu wisatawan tinggal. Travel agent juga didorong untuk menyediakan paket wisata yang tidak sekadar untuk rekreasi saja tetapi juga digabungkan dengan agenda di DIY. "Bundling paket akan didorong. Selain itu pola pendekatan storynomic juga bisa meningkatkan lama tinggal," kata dia.

Guna meningkatkan spending money wisatawan, pihaknya sedang menjajaki dengan Bank Indonesia, perbankan, dan Dinas Koperasi dan UKM. Hal ini bertujuan meningkatkan hasil UKM karena spending money wisatawan berkaitan dengan oleh-oleh dan suvenir. "Kalau kuliner untuk destinasi akan kerja sama dengan asosiasi chef  Indonesia dan PHRI untuk pendampingannya," kata dia.