Virus Corona “Serang” Harga Bawang Putih

Virus Corona “Serang” Harga Bawang PutihPedagang bawang putih di Pasar Beringharjo, Darsinah, menunggu pelanggan, Senin (25/3)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
04 Februari 2020 09:47 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Harga bawang putih naik cukup signifikan dalam waktu singkat. Pada pekan lalu, harga bawang putih masih di kisaran Rp29.000-Rp33.000 per kilogram (kg), tetapi pada pekan ini sudah mencapai Rp43.000-Rp47.000. Bahkan untuk harga rata-rata di tiga pasar di Jogja mencapai Rp55.000 per kg.

Enumerator harga Disperindag DIY Sumarno mengatakan harga bawang putih di Pasar Beringharjo, Jogja kenaikannya cukup signifikan. Pada pekan lalu harga bawang putih sinco hanya Rp29.000 dan saat ini menjadi Rp43.000 per kg. Sementara, harga bawang putih kating pada pekan lalu Rp33.000 dan sekarang menjadi Rp47.000 per kg.

"Informasi dan praduga para pedagang mungkin karena dampak kasus Virus Corona karena bawang putih impor dari Tiongkok jadi takut kena virus tersebut sehingga stok berkurang. Jadi, pekan ini menghabiskan stok. Kemungkinan harga bawang putih harga terus naik," kata dia, Senin (3/2).

Sementara itu, harga rata-rata bawang putih di tiga pasar di Jogja untuk kating naik dari Rp34.000 per kg menjadi Rp55.667 per kg. Adapun harga bawang putih sinco naik dari Rp30.333 per kg menjadi Rp50.667 per kg.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag DIY Yanto Apriyanto mengakui harga bawang putih mengalami kenaikan yang cukup besar. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan mengenai kondisi tersebut. "Untuk persediaan bawang putih di tingkat distributor cukup untuk tiga bulan. Dan saat ini mereka sedang proses izin impor," kata dia.

Yanto mengungkapkan selama ini pasokan bawang putih berasal dari Tiongkok. Mengenai dampak kasus Virus Corona terhadap pasokan bawang putih, Yanto mengungkapkan masih menunggu keputusan dari Badan Karantina Pertanian untuk barang impor yang masuk ke Indonesia.

Sementara untuk cabai, harga masih stabil tinggi karena luasan panen sudah menyempit serta faktor cuaca hujan dan panas yang menyebabkan tanaman cabai mudah layu. Selain itu masih tingginya permintaan menjadi salah satu penyebabnya. Diperkirakan pada Maret dan April mulai panen raya.

"Harga fluktuasi daging ayam broiler masih di bawah harga acuan pemerintah dan untuk telur ayam juga terjadi fluktuasi tetapi masih di bawah harga acuan. Minyak goreng curah sudah lima pekan ini mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan harga sawit dunia mengalami kenaikan. Namun, demikian pemerintah menyediakan minyak goreng kemasan sederhana di harga Rp11.000. Diharapkan konsumen beralih ke minyak kemasan sederhana yang lebih higienis dan sehat," kata dia.