Baju Muslim Alami Peningkatan Penjualan, Batik Justru Stagnan

Baju Muslim Alami Peningkatan Penjualan, Batik Justru StagnanPengunjung Pasar Beringharjo berdesak-desakan di kios baju muslim, Minggu (27/5/2018). - Harian Jogja/Meigitaria Sanita (M114)
11 Februari 2020 10:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang Ramadan pedagang pakaian muslim di Pasar Beringharjo mulai menuai berkah tetapi pedagang batik justru pesimistis akan ada lonjakan yang signifikan tahun ini.

Penjaga toko baju muslim di Pasar Beringharjo, Ida mengatakan peningkatan penjualan mulai terlihat pada awal tahun kemarin. "Sudah mulai terlihat Januari dibandingkan Desember ada peningkatan. Biasanya mereka mencari lebih awal, karena semakin dekat Ramadhan atau Lebaran semakin ramai," kata Ida, Senin (10/2).

Ida mengatakan peningkatan akan terlihat lagi biasanya H-7 menjelang masuk bulan puasa. "Meningkat lagi biasanya H-7 sebelum puasa. Mau Lebaran nanti puncaknya," ucapnya.

Lain halnya dengan pedagang baju muslim. Pedagang batik justru pesimistis akan memperoleh dampak signifikan menjelang Ramadan. Pedagang batik di Pasar Beringharjo, Yuli mengatakan dalam beberapa waktu terakhir penjualan batik mengalami penurunan. "Dulu ramai beberapa bulan sebelum masuk puasa gini. Sekarang sepi, lah dimana-mana sekarang juga jual batik. Pesimistis akan meningkat penjualan,malah merosot sepertinya dibanding beberapa tahun lalu," ujarnya.

Ia mengatakan menurunnya penjualan di masa menjelang Lebaran ini telah terjadi sejak Lebaran tahun lalu. Menurutnya, jika di tahun-tahun sebelumnya dalam sehari memasuki Ramadan atau menjelang Lebaran dapat memperoleh hingga Rp10 juta dalam sehari, untuk tahun kemarin Rp2 juta pun sulit. Menurutnya, hal tersebut masih akan terjadi di tahun ini.