BISNIS ANGKLEBITERS : Dari Proyek Iseng, Berkembang Jadi Bisnis Moncer

BISNIS ANGKLEBITERS : Dari Proyek Iseng, Berkembang Jadi Bisnis Moncer Pemilik Angklebiters , Nur Cholifah/ Ist. - Angklebiters
29 Februari 2020 10:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Berawal  dari proyek iseng, hingga membeli mesin jahit, dan mulai belajar menjahit dari Youtube serta Pinterest, Nur Cholifah atau kerap disapa Oliv, mengembangkan Angklebiters, yang membuat berbagai produk dari anting, hingga tas.

Oliv menceritakan Angklebiters bermula dari 2014 dari keisengannya. Kala itu, produk yang dijual seperti preloved, jilbab hingga hal lain. Sampai pada satu titik, dia iseng membeli mesin jahit dan mulai menjahit apapun. Semua ini dia pelajari dari Youtube maupun Pinterest.

“Enggak terbayangkan akan bisa sampai sejauh ini, karena rencana sekadar menjual barang-barang kecil seperti pouch, totebag dan sarung bantal hasil jahitan sendiri yang sering dipesan teman-teman. Lalu keterusan membuat model-model tas sendiri. Kemudian bertemu penjahit yang bisa mewujudkan ide dan desain berantakan dari aku sehingga menjadi sebuah produk sesuai ekspetasiku,” ucap Oliv, Jumat (28/2).

Perempuan kelahiran Sleman 24 tahun yang lalu itu mengatakan nama Angklebiters diambil dari judul lagu Paramore yaitu Anklebiters. Sedangkan penambahan huruf “g” itu adalah sebuah kecelakaan tetapi dipakai hingga saat ini. “Karena dulu memang dengerin Paramore banget dan merasa lagu ini cocok dengan jiwaku yang masih membara bara pada saat itu,” ucapnya. 

Eksekusi Ide

Ketika ditanya soal tip memulai bisnis, Oliv mengaku ada sebuah kunci yang selalu dia terapkan pada diri sendiri dan orang lain. Yakni secepatnya mengeksekusi gambaran, ide, inspirasi mengenai desain produk maupun strategi. Sebab ide itu tidak muncul dua kali dan tidak menghampiri setiap orang.

“Jadi selagi orang lain belum diberikan ilham tersebut, harus cepat kita yang mulai. Selain itu, hal dasar yang harus semua orang lakukan dalam menjalani bisnis adalah konsisten. Mungkin saat ini belum terlihat hasilnya, tetapi proses tidak akan mengkhianati hasil,” kata perempuan yang memiliki hobi gardening dan crafting itu.

Menurut dia, Angklebiters belum besar. Sebab dia masih harus membagi waktu dengan kuliah dan mengerjakan proyek lain. “Namun keberadaan Angklebiters ada terus untuk selama ini dan ke depan. Bagi aku, Angklebiters itu harapan, cita cita karena Angklebiters itu diriku sendiri dengan bentuk yang lain. Semoga bisa terus lebih baik lagi,” katanya.

Berbagai produk pun kini telah dibuat oleh Oliv dengan Angklebiters, mulai dari anting, gantungan pompom, pouch hand paint and embroidery, sling bag, totebag, waist bag dan ada juga backpack, terkadang juga membuat bucket hat, tshirt dan baju juga. Dia pun terus berinovasi dan hanya menjual produk yang disukai konsumen. Namun dia menghindari untuk menjual produk yang sedang hype tetapi sebenernya hati tidak cocok. Karena dia tidak mau membuat produk demi keuntungan semata.

Oliv mengaku produk Angklebiters selalu memperhatikan detail. Misalnya pouch. Dia hanya memproduksi pouch dengan satu model karena dilukis satu-satu dan disulam ditambahin manik manik. “Kemudian seperti backpack itu mulai ditambahin kantong-kantong ekstra dan dalamnya terdapat kejutannya berupa furing yang bermotif macam-macam, bisa beda-beda satu tas dengan tas lainnya. Hal itu sih yang selalu ada di Angklebiters dan belum tentu ditemuin di brand lain,” ucapnya.

Harga yang dipatok oleh Angklebiters mulai dari Rp15.000 hingga Rp250.000. Segmen yang coba digaet mulai dari usia 17 tahun hingga 35 tahun, dari pasar yang disasar yakni Jogja, Jakarta, Bandung, Surabaya, Riau, Makassar dan kota-kota lainnya. Produk dari Angklebiters dapat diperoleh melalui online seperti Instagram, Shopee, Tokopedia, maupun secara offline di Dailynoonstore Jalan Cendrawasih No. 50 Demangan, Jogja.