Inilah Eko Wahyudianto, Mitra Driver Gojek Jogja yang Jadi Viral di Medsos

Inilah Eko Wahyudianto, Mitra Driver Gojek Jogja yang Jadi Viral di MedsosEko Wahyudianto (kedua kiri) saat menerima rombongan Gojek - Ist
12 Maret 2020 07:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gojek memberikan apresiasi kepada Eko Wahyudianto sebagai Driver Jempolan atas dedikasinya.

Eko viral di media sosial, karena rela mengantarkan bakpia unyil yang dipesan pelanggan lewat aplikasi Gofood yang tak bisa dijumpai lantaran sudah masuk ke Bandara Adisutjipto, dalam penerbangan ke Jakarta. Eko kemudian mengirimkan paket pesanan tersebut via jasa pengiriman dan tidak mau diganti biaya oleh pemesan.

Hal itu ia lakukan karena ia tahu, pemesan sedang ngidam. Atas dedikasinya ia juga berhak atas hadiah dalam bentuk saldo Gopay. “Kami memberikan apresiasi kepada Pak Eko atas upayanya selaku #PenjagaAmanah pelanggan dan menghadirkan layanan terbaik. Semoga apa yang sudah dilakukan oleh pak Eko dapat menjadi inspirasi bagi mitra kami lainnya. Apa yang dilakukan Pak Eko mengejawantahkan #PenjagaAmanah bukan sekadar slogan Gojek tapi sebuah semboyan yang kami angkat dari keseharian dan semangat para mitra kami sebagai penjaga amanah masyarakat Indonesia. Kepercayaan pelanggan akan kami jaga dengan sepenuh hati, meskipun terkendala seperti yang Pak Eko alami tapi #PastiAdaJalan,” ujar Head of Regional Corporate Affairs Gojek, Region Jateng dan DIY, Arum K. Prasodjo, Rabu (11/3).

Atas apresiasi ini, Eko menyatakan terima kasih kepada Gojek atas apresiasi yang diberikan, juga terima kasih kepada pelanggan yang mempercayakan saya mengantarkan pesanannya hingga ke Jakarta walaupun lewat layanan lain. “Saya hanya menjalankan amanah, apalagi beliau sedang ngidam,” ucapnya.

Eko mendapat order Gofood dari seorang pemesan yang ternyata lokasi pengirimannya ke Bandara Adisutjipto, pukul 19.00 WIB, Senin (9/2) lalu. Namun setibanya di Adisutjipto, meski sudah berusaha keras menerjang kepadatan lalu-lintas dari Kotabaru menuju bandara, Eko tidak bisa mengejar waktu lantaran pelanggan sudah berada di dalam ruang tunggu boarding, tak lagi bisa keluar mengambil. Pelanggan akhirnya minta semua orderan untuk Eko.

Eko tidak bisa menolak permintaan pelanggan tersebut, hanya satu setengah jam kemudian setelah melakukan perjalanan pulang ia terpikir kata-kata ngidam yang diucapkan konsumennya tadi. Tepat menurut dia pesawat sudah mendarat di Jakarta, ia lantas menawarkan apakah makanan tersebut bersedia dikirimkan melalui ekspedisi pengantaran paket. Pelanggan lalu menawarkan untuk dititipkan ke temannya di Jogja yang akan ke Jakarta keesokan harinya. Namun teman pelanggan tidak memberikan respons sehingga Eko menawarkan pengiriman lewat jasa antar paket ke Jakarta. Pelanggan setuju dan memberikan alamat di Jakarta, tetapi Eko menolak pemberian pelanggan untuk biaya pengirimannya.