BI Mengedukasi Guru SMA soal QRIS

BI Mengedukasi Guru SMA soal QRISDeputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Miyono (kiri), berfoto bersama peserta saat giat edukasi tentang sistem pembayaran dan akselerasi QRIS kepada 150 orang guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi se-DIY, di Gedung Heritage Kantor Perwakilan BI DIY, Kamis (12/3)./ Ist. - BI\\n\\n\\n
14 Maret 2020 08:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY mengadakan giat edukasi tentang sistem pembayaran dan akselerasi QRIS kepada 150 orang guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi se-DIY, di Gedung Heritage Kantor Perwakilan BI DIY, Kamis (12/3).

“Bank Indonesia berkomitmen memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai perkembangan sistem pembayaran dan akselerasi QRIS yang tidak hanya menyasar pada pelajar, namun juga ditujukan untuk para pengajar,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Miyono.

Kegiatan training of trainer tersebut juga merupakan salah satu jembatan komunikasi BI kepada masyarakat dan anak didik melalui pengajaran dan diskusi bersama dengan tenaga pendidik. Selain itu, kegiatan ini juga mempunyai tujuan memperbaharui dan mengasah ilmu ekonomi, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu saluran komunikasi kebijakan BI.

Kegiatan yang dilakukan BI Kantor Perwakilan DIY juga menjadi bagian dari Pekan QRIS Nasional 2020 serentak di seluruh Indonesia melalui 46 kantor cabang BI, mulai Senin (9/3) – Minggu (15/3). Pekan Raya QRIS Nasional tersebut bertujuan meningkatkan penggunaan QRIS kepada masyarakat dan komunitas penjual atau merchant dan memastikan pengguna QRIS dapat meluas.

QRIS sendiri adalah standar QR Code untuk pembayaran di Indonesia, yang dikembangkan oleh BI dan Asosiasi Pembayaran Indonesia. Adanya standar ini maka penyedia barang dan jasa atau merchant tidak perlu memiliki QR Code berbeda dari berbagai penyelenggara jasa sistem pembayaran. QRIS memiliki berbagai manfaat, di antaranya pembeli dan penjual tidak perlu menyediakan uang tunai. Dengan begitu, proses transaksi dapat lebih aman dan tercatat di platform digital yang digunakan. Saat ini sudah ada ribuan merchant di DIY yang memakai QRIS.

QRIS sangat efisien bagi perbankan maupun teknologi finansial (tekfin) dompet digital. Begitu pula bagi merchant, nyaris tidak ada biaya yang perlu dikeluarkan untuk pembelian prasarana sistem ini. Sistem ini tergolong nol investasi, tidak perlu mesin EDC, cukup stiker atau kertas print bercode. Lewat QRIS, konsumen juga tidak perlu repot membawa uang fisik. Dompet digital dan perbankan yang punya scan QR sudah bisa terhubung di satu server.