Pertamina Kenalkan Kedaulatan Energi

Pertamina Kenalkan Kedaulatan Energi Ilustrasi petugas memindahkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu SPBU yang ada di Jakarta, beberapa waktu lalu./Bisnis Indonesia - Nurul Hidayat
14 Maret 2020 09:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—PT Pertamina (Persero) dinilai memegang peranan yang cukup besar dalam keberlangsungan energi di Indonesia mulai dari hulu hingga hilir.

“Bisnis energi Pertamina yang cukup besar pengaruhnya terutama bagi Indonesia ada di bidang hilir. Sebagai latar belakang, saat ini kondisi produksi dan konsumsi migas di Asia Pasifik berbanding cukup jauh. Produksi migas di asia pasifik saat ini mengambil porsi hanya 30 persen sedangkan konsumsinya 60 persen,” kata Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, sebagai praktisi energi, saat acara No Baper: Nongkrong Bareng Pertamina Bersama Awak Media, yang diselenggarakan Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah dan DIY di Sinergi Coworking Space, Jumat (13/3).

Hal tersebut juga saat ini terjadi di Indonesia. Ia menambahkan, saat ini produksi minyak di Indonesia hanya berkisar diangka 800.000 barel sedangkan konsumsi berada di angka 1,6 juta barel. “Sehingga, pemenuhan kebutuhan minyak di Indonesia saat ini adalah melalui impor,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat tugas Pertamina sebagai BUMN, cukup berat dalam pemenuhan energi di Indonesia. Rumit dan panjangnya rantai birokrasi di Indonesia membuat Pertamina sulit dalam mengambil langkah-langkah strategis dalam kemandirian energi bangsa Indonesia. “Sebenarnya hal tersebut bisa diantisipasi jika seluruh pemangku kebijakan telah memahami permasalahan-permasalahan yang ada dan bersama-sama mencari jalan keluar,” kata Komaidi.

Pada kesempatan yang sama, Manager Media Communication PT Pertamina (Persero), Heppy Wulansari mengatakan Pertamina saat ini juga melakukan berbagai inovasi, melihat perkembangan yang ada.

Inovasi di bidang teknologi dan digitalisasi bagi Pertamina menjadi salah satu kekuatan dalam menjalankan bisnis energi di Indonesia. “Melalui platform media sosial misalnya, kami dapat menjangkau stakeholder dan konsumen hingga ke pelosok bahkan ke lokasi yang jauh dari titik SPBU. Karena adanya sosial media, mereka dapat berinteraksi dengan Pertamina dan kami dapat memberikan solusi ketersediaan energi di sana. Program tersebut dinamakan BBM satu harga,” ujar Heppy.

Ia menambahkan karena pentingnya inovasi di bidang teknologi dan digitalisasi, sebuah institusi atau perusahaan yang tidak mengikuti perkembangan era digitalisasi saat ini pasti perlahan akan ditinggalkan oleh stakeholder atau konsumennya. “Sebagai BUMN, tentunya Pertamina memiliki tanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan energi di Indonesia. Inovasi-inovasi teknologi dan digitalisasi terus kita lakukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi,” ucapnya.

Sebagai BUMN, PT Pertamina (Persero) senantiasa akan memberikan informasi terkait dengan kinerja perusahaan melalui berbagai platform media digital maupun konvensional. Jika ada masyarakat yang membutuhkan informasi atau memberikan masukan dan saran dapat menghubungi kontak Pertamina 135 atau melalui web resmi Pertamian.