Antisipasi Dampak Corona, Pemerintah Perlu Siapkan Jalur Logistik yang Aman

Antisipasi Dampak Corona, Pemerintah Perlu Siapkan Jalur Logistik yang Aman Pengguna jasa logistik PT Pos berinteraksi dengan petugas di Kantor Pos Besar Jogja (0 KM), Jumat (4/5). - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara
16 Maret 2020 06:47 WIB Anitana Widya Puspa Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menilai baik pemerintah maupun pelaku perlu menyiapkan jalur logistik aman virus Corona sehingga arus barang tetap aman kendati virus merebak hingga nantinya kemungkinan pembatasan sosial ditetapkan.

Ketua Umum ALI Zaldi Ilham Masita menjelaskan jalur logistik bebas virus tersebut berarti secara peralatan dan personel mengikuti standar pencegahan virus Corona. Dia mencontohkan personel logistik harus diukur suhunya, hingga memakai masker dan sarung tangan dena menjami alat kerjanya bersih. Pemerintah daerah, lanjutnya, juga perlu membantu pengadaan alat-alat ini karena sudah menjadi barang langka dan mahal.

"Dari pengalaman di  Wuhan ,China, pergerakan logistik hanya boleh dilakukan kalau operator dan alat-nya memenuhi standar. Apabila tidak memenuhi syarat maka tak diperbolehkan barang tersebut keluar atau masuk,"jelasnya, Minggu (15/3).

Hal tersebut, sambungnya, dikarenakan penularan virus dapat dilakukan melalui pergerakan barang, baik barangnya sendiri maupun orang yang membawa barang tersebut. "Sekarang ini karena memang belum ada penanganan khusus untuk mencegah dan kalau itu benar dilakukan pengalaman dari negara lain yang terkena wabah, pergerakan logistik malah naik karena orang-orang tidak keluar rumah," imbuhnya.

Selain jalur logistik yang aman, stimulus lain yang diharapkan pelaku adalah  insentif dalam melakukan pelatihan atau sertifikasi bagi sumber daya manusia (SDM) logistik supaya pelaku logistik menjadi siap apabila ekonomi telah membaik. Pelaku juga mengharapkan adanya keringanan kredit bagi perusahaan logistik yang mempunyai pinjaman kredit di Bank

Selain itu juga insentif bagi perusahaan logistik yang melakukan investasi di teknologi IT, karena masa depan logistik Indonesia ada di teknologi informasi.

Sumber : Bisnis Indonesia