Baznas DIY Bergerak Maksimal untuk Masyarakat

Baznas DIY Bergerak Maksimal untuk MasyarakatBaznas - Ist
18 Maret 2020 07:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) DIY berusaha mengelola zakat dengan tidak setengah-setengah. Berbagai jenis pelayanan diberikan kepada masyarakat.

Ketua Baznas DIY, Bambang Sutiyoso mengatakan ada mekanisme layanan pengelolaan Baznas, dengan membentuk layanan aktif Baznas. “Seperti tim reaksi cepat, kemudian klarifikasi konfirmasi juga penting, karena zakat sudah jelas peruntukannya,” kata Bambang, Senin (16/3).

Pihaknya juga mendorong zakat profesi. Sejauh ini sejumlah perguruan tinggi maupun organisasi di daerah mulai bekerja sama, meski masih jauh dari target yang diharapkan. “Zakat itu bagian dari rukun Islam ketiga. Bagi orang mampu seharusnya tidak hanya infaq. Infaq sifatnya sunnah, sementara zakat wajib,” ujarnya.

Dia bersyukur dari waktu ke waktu penghimpunan zakat meningkat. Mulai dari 2016 sekitar Rp800 juta-Rp900 juta; pada 2019 mencapai Rp4,9 Miliar dalam satu tahun. Pencapaian ini berkat pendekatan dengan hati dan dapat kepercayaan dari masyarakat. Sebagai lembaga amil yang resmi, ada audit yang memastikan peruntukan zakat sesuai dengan ketentuan.

Baznas DIY juga membantu masyarakat dalam berbagai hal. Seperti bantuan penanggulangan bencana. Tidak hanya di DIY, tetapi juga di berbagai wilayah lain, dengan program DIY peduli. Selain itu ada penguatan ditingkat sekolah dengan pemberdayaan. Ada juga program DIY cerdas. “Program ini ditujukan agar anak tidak ada yang putus sekolah. Jangan sampai terputus gara-gara masalah biaya,” ujarnya.

Khusus program DIY cerdas, saat ini dibagi dalam berbagai tingkatan. Mulai dari Baznas tingkat Kabupaten/ Kota menangani tingkat SD dan SMP sederajat, kemudian provinsi di tingkat SMA sederajat, dan tingga perguruan tinggi dipegang Baznas RI.

Selain itu ada juga program DIY sehat. Bagaimana program ini mengupayakan untuk peningkatan kesehatan masyarakat, dengan pelayanan yang diberikan Rumah Sehat Baznas. “Di sana ada paramedis, ambulans. Tidak ada kasir [gratis], tetapi ada verifikasi, supaya peruntukan tepat,” ujarnya.