DIY Menjaga Ketahanan Ekonomi

DIY Menjaga Ketahanan EkonomiWakil Ketua I Bidang Organisasi Kadin DIY Gonang Djuliastono (kedua kiri) ketika menjelaskan upaya Kadin DIY untuk menekan dampak Covid-19 pada perekonomian dalam jumpa pers di Kantor Kadin DIY, Jogja, Sabtu (22/3)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
22 Maret 2020 22:37 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Merebaknya virus Corona (Covid-19) berdampak pada perekonomian DIY. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DIY bekerja sama dengan ISEI Cabang Yogyakarta menyusun langkah nyata untuk menjaga ketahanan ekonomi DIY.

Wakil Ketua I Bidang Organisasi Kadin DIY Gonang Djuliastono menjelaskan untuk menyikapi kondisi DIY saat ini terkait virus Corona (Covid-19), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DIY bekerja sama dengan ISEI Cabang Yogyakarta menyelenggarakan diskusi dan rapat terbatas yang dihadiri berbagai pihak seperti Apindo DIY; Asmindo DIY; PHRI DIY; Gapensi DIY; AKLI DIY; GIPI DIU; Asita DIY; ASEPHI DIY; APKB DIY; REI DIY dan Jiffina DIY. Selain itu, unsur Pemda DIY, Bank Indonesia DIY ikut dalam rapat yang digelar 16-17 Maret 2020.

"Rapat terbatas itu menghasilkan beberapa pandangan. Pertama, kondisi perekonomian DIY tidak terlepas dari kondisi perekonomian nasional dan global. Kondisi perekonomian dunia dalam kurun waktu lima tahun terakhir dalam kondisi perlambatan (slowdown) dan terdampak perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok. Pada awal 2020 ini, guncangan ekonomi kembali muncul sebagai akibat dari adanya Covid-19 dan merosotnya harga minya dunia," kata dia dalam jumpa pers di Kantor Kadin DIY, Sabtu (21/3).

Kedua, serangkaian kebijakan telah dikeluarkan pemerintah baik Pusat maupun daerah, BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini sebagai upaya untuk mengantisipasi dampak negatif Covid-19 terhadap perekonomian dalam bentuk stimulus fiskal dan pelonggaran moneter dan perbankan.

Ketiga, pelaksanaan kebijakan terkait antisipasi dampak Covid-19 belum dapat dilaksanakan secara langsung dan belum dapat dirasakan dampaknya baik bagi masyarakat maupun perekonomian dalam jangka sangat pendek. Adanya kesenjangan waktu (time lag) dari pelaksanaan kebijakan menuntut adanya peran serta pihak lain untuk berpartisipasi secara langsung dalam penanggulangan dampak penyebaran virus ini.

Keempat, kegiatan usaha di DIY mulai merasakan dampak Covid-19 dengan derajat yang berbeda-beda tergantung pada jenis usaha/bisnis yang dijalankan. Sebagai contoh, hotel dan restoran di DIY selama Februari-Maret 2020 diperkirakan mengalami kerugian (loss).

"Di samping itu, banyak event baik meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) yang direncanakan Maret dan April dibatalkan atau ditunda. Hal ini tentu berdampak signifikan terhadap penurunan kegiatan usaha dan roda perekonomian DIY," kata dia.  

Upaya Nyata

Wakil ketua ISEI Cabang Yogyakarta Amirrullah Setya Hardi yang juga Wakil Dekan FEB UGM menyebutkan terkait situasi yang ada saat ini, Kadin DIY bersama ISEI Cabang Yogyakarta memiliki komitmen untuk ikut serta mengantisipasi dampak negatif penyebaran Covid-19 dengan tetap menjalankan kegiatan usaha/bisnis sebagaimana biasanya. "Namun, tetap memperhatikan berbagai kondisi serta regulasi yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah. Kami pun melakukan beberapa aksi nyata," kata dia.

Kadin DIY bersama ISEI Cabang Yogyakarta berkomitmen melakukan langkah nyata seperti membentuk Jogja Economic Resilience for Covid-19 (JERCovid-19) yang akan memberikan advokasi, konsultasi, mediasi, dan pendampingan kepada seluruh anggota Kadin DIY dan pengusaha bukan anggota Kadin DIY yang terdampak Covid-19 dalam usaha dan bisnisnya. JERCovid-19 juga akan mengidentifikasi secara mendalam permasalahan yang muncul akibat wabah Covid-19 sehingga dapat dibantu untuk mendapatka solusi yang optimal.

Kadin DIY dan ISEI Cabang Yogyakarta juga akan mendukung Pemda DIY yang telah membentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Gugus tugas yang operasionalnya menggunakan anggaran Pemerintah Pusat dan pemda (provinsi dan kabupaten/kota) diharapkan dapat membantu kesulitan atau memberikan solusi yang dihadapi oleh pelaku usaha di DIY.

Mereka juga akan mendukung gerakan social distancing untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Kadin DIY telah meminta seluruh anggota (pengusaha, perusahaan, dan asosiasi) menerapkan protokol pencegahan wabah Covid-19 di lingkungan perusahaan (kantor dan pabrik). Menjaga kebersihan dan higienitas di lingkungan kerja, dengan melakukan aksi bersih-bersih secara rutin dan jika diperlukan penyemprotan dengan cairan disinfektan.

"Para pelaku usaha mengharapkan agar Pemda DIY tetap memberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan usaha sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta menjaga berlangsungnya aktivitas bisnis/usaha dan perekonomian di DIY dengan tetap memperhatikan protokol atau tata cara pencegahan Covid-19," kata dia.