WFH Dokrak Transaksi Elektronik Perbankan

WFH Dokrak Transaksi Elektronik PerbankanIlustrasi pengunjung melintas didepan mesin anjungan tunai mandiri (ATM). - Bisnis Indonesia/Endang Muchtar
22 Maret 2020 23:37 WIB Ni Putu Eka Wiratmini Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Skema work from home (WFH) belum menghambat layanan  perbankan. Nasabah justru mulai memanfaatkan transaksi elekronik yang selama sepekan ini.  

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat telah terjadi kenaikan transaksi elektronik sebesar 6%-9% pada pekan ketiga Maret 2020 dibandingkan periode sama bulan lalu. Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan rata-rata volume transaksi layanan mobile & internet banking personal (Mandiri Online) pekan lalu relatif stabil dibanding rata-rata transaksi pekan pertama dan kedua Maret 2020. Namun, jika dibandingkan pekan ketiga bulan sebelumnya memang terjadi peningkatan.

Padahal, umumnya di pekan ketiga setiap bulan, transaksi mengalami tren penurunan sebesar 5%-8% dibanding rata-rata transaksi minggu pertama dan kedua bulan tersebut. Sementara itu, untuk layanan transaksi mobile atau Internet banking yang digunakan pengguna bisnis, nominal transaksi pekan lalu tercatat meningkat cukup tinggi sekitar 23% dibanding pekan pertama dan kedua Maret 2020.

"Untuk layanan e-channel lainnya seperti transaksi EDC di merchant dan e-money cenderung transaksi menurun. Hal ini sejalan dengan kebijakan work from home (WFH) dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan social distancing," katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Minggu (22/3).

Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan mengatakan seiring dengan penyebaran virus Corona (Covid-19) dan imbauan WFH, kunjungan nasabah ke cabang memang menurun. Meskipun demikian, secara umum, sebanyak 95% transaksi nasabah Bank Mandiri saat ini memang telah beralih ke electronic channel. Sementara itu, 5% lainnya bertransaksi di kantor cabang.

"Terkait dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Bank Mandiri menyarankan nasabah dapat menggunakan aplikasi Mandiri online terbaru yang dapat melayani berbagai kebutuhan transaksi keuangan nasabah," katanya kepada JIBI, akhir pekan lalu.

Selain datang ke cabang, nasabah dapat menggunakan layanan ATM 24 Jam, untuk tarik tunai maupun setor tunai. Bank Mandiri mengoperasikan 18.291 mesin ATM di seluruh Indonesia yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus. "Untuk pengisian seluruh mesin ATM tersebut, kami menyiapkan dana sekitar Rp1,8 triliun per hari," katanya.

Menurutnya, masyarakat juga dapat membuka rekening tabungan di manapun, tanpa harus datang ke kantor bank maupun bertemu dengan staf perbankan di Bank Mandiri. "Semua keperluan untuk pembukaan tabungan dapat dilakukan dengan video call," katanya. 

Social Distancing

PT Bank Rakyat Indonesia memproyeksi pada akhir Maret 2020, transaksi Internet banking akan meningkat hingga 38% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, transaksi di market place online sebesar 15% dibandingkan posisi bulan sebelumnya.

Corporate Secretary (Corsec) BRI Amam Sukriyanto mengatakan kenaikan transaksi layanan online tersebut meningkat seiring dengan penerapan social distancing. Sementara itu, data transaksi ATM, penarikan tunai di mesin ATM BRI tercatat meningkat, meskipun belum terlalu drastis.

 

Pada Januari 2020, per hari rata-rata terdapat 2,9 juta transaksi penarikan dan pada Februari 2020 meningkat menjadi tiga juta transaksi. Sementara pada pertengahan Maret, transaksi penarikan uang tunai di ATM BRI per hari rata-rata tercatat 3,1 juta kali transaksi.

Menurutnya, kinerja operasional, lewat layanan ATM maupun layanan di unit kerja operasional BRI berjalan seperti biasa tanpa mengurangi kenyamanan dan keamanan nasabah bertransaksi. "Tidak ada perubahan proses layanan karena WFH, dan BRI tidak mengalami kendala menerapkan hal tersebut," katanya.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk juga mencatat terjadi lonjakan jumlah transaksi BNI Mobile Banking sebesar 52,46% dengan peningkatan nominal transaksi sebesar 61,59% dari pekan lalu hingga pekan ini. Nasabah disarankan untuk bertransaksi secara elektronik menggunakan sarana mobile banking.

Corporate Secretary Bank BNI Melly Meiliana mengatakan apabila tetap membutuhkan layanan perbankan di cabang, layanan ke nasabah dipastikan aman karena telah diterapkan protokol pengamanan Corona. Protokol tersebut antara lain protokol tindakan preventif, yaitu berupa pengecekan suhu tubuh kepada semua orang yang masuk dan keluar dari Kantor Cabang BNI. 

BNI juga menyiapkan hand sanitizer di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau oleh nasabah. Hand Sanitizer juga disiapkan pada para petugas di front office yang bertemu langsung dengan masyarakat, seperti teller dan customer service. "Untuk perlindungan maksimal, kami telah menyemprotkan cairan disinfektan di kantor cabang BNI, ATM dan ruang-ruang kerja, sehingga penularan virus Corona akan semakin kami minimalkan,” ujar Meiliana.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan WFH tentu akan menurunkan kualitas pelayanan. Namun, kebijakan tersebut seharusnya tidak dinilai efektivitasnya dalam mengakomodasi layanan kepada nasabah. Pasalnya, efektivitas harus disesuaikan dengan tujuan, sedangkan WFH berupaya mencegah penyebaran virus Corona. Menurutnya, momentum ini seharusnya dimanfaatkan oleh bank untuk memantapkan atau meningkatkan layanan digital. Begitu juga dengan meningkatkan keamanan transaksi digital. 

"Tentunya tidak sampai merugikan, hanya mengurangi kenyamanan dan kelancaran. Bank pasti berusaha untuk tidak merugikan nasabah," katanya.

Sumber : Bisnis Indonesia