Harga Gula Pasir Masih Tinggi

Harga Gula Pasir Masih TinggiIlustrasi. - Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
23 Maret 2020 22:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Harga kebutuhan pokok di DIY dinilai masih stabil hingga memasuki pekan keempat Maret ini. Hanya gula pasir yang masih terlampau tinggi.

“Harga bahan pokok sampai saat ini masih cukup stabil secara keseluruhan, hanya komoditas gula yang masih tinggi,” kata Kepala Bidang Perdangangan dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto, Senin (23/3).

Yanto mengungkapkan saat ini komoditas gula masih tinggi, karena masih dalam proses impor, dan sebagian masuk proses produksi. Menipisnya stok di pasaran saat ini membuat harga gula pasir menyentuh di harga Rp17.600/ kilogram (kg), harga tersebut lebih tinggi dari acuan yang ada Rp12.500/kg.

Yanto juga mengatakan menipisnya stok saat ini juga karena distributor di Jogja tidak ada yang berani pesan dengan jumlah yang banyak. “Mungkin itu yang mereka takutkan harga akan turun [ketika impor sudah ada],” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Bulog Divre DIY, Juaheni yang mengatakan untuk gula memang saat ini masih sulit. “Masih diolah di GMM [Pabrik Gula, PT Gendhis Multi Manis] Bulog],” ujar Juaheni.

Sementara itu untuk kebutuhan pokok lain dirasa masih mencukupi,  data terbaru pada Selasa (17/3), tersedia beras dengan jumlah 18.986 ton; minyak goreng 5.669 liter; tepung terigu 14 ton dan daging kerbau 17 ton. Diharapkannya untuk gula ketika masuk puasa nanti sudah ada penambahan.