7 Perusahaan Disurati Pemerintah Singapura soal Karhutla, Ini Konsekuensinya
Singapura mengirim pemberitahuan pencegahan kepada tujuh perusahaan pemilik konsesi di Indonesia terkait potensi asap karhutla lintas batas.
Ilustrasi belanja online/Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Penyebaran virus Corona penyebab Covid-19 menjadi pengaruh terhadap tren konsumsi konsumen e-commerce di Tanah Air.
Imbauan organisasi kesehatan dunia (WHO) hingga pemerintah untuk menjaga kebersihan demi mengurangi risiko penularan Covid-19 mendorong masyarakat membeli apa yang mereka butuhkan tanpa harus keluar rumah.
Anjuran untuk berdiam diri di rumah membuat e-commerce jadi andalan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. "Saat ini, permintaan produk yang dicari oleh konsumen bergeser dari keinginan [wants] menjadi kebutuhan [needs]," kata Chief of Customer Experience Lazada Indonesia Ferry Kusnowo di Jakarta, Selasa (24/3/2020).
Ferry menuturkan ada lonjakan pembelian pada kategori kebutuhan rumah tangga, seperti sabun cuci piring dan tisu. Konsumen juga memburu produk kesehatan dan kebersihan seperti vitamin, antiseptik, masker dan hand sanitizer.
Tingginya permintaan konsumen untuk produk kesehatan juga terjadi di e-commerce lain. Bukalapak mencatat ada kenaikan transaksi pada produk kesehatan serta alat penunjang kesehatan. Di masa ketika banyak orang bekerja dari rumah, penjualan alat tulis kantor juga meningkat.
"Sebelumnya, barang - barang elektronik dan rumah tangga merupakan produk - produk yang paling dicari," kata Head of Corporate Communications Bukalapak Intan Wibisono.
"Namun seiring dengan tingginya kesadaran masyarakat akan perlindungan kesehatan, maka kami juga mencatat kenaikan para produk kesehatan dan alat penunjang kesehatan, serta alat pendukung bekerja dari rumah."
Produk serupa juga makin laris di e-commerce Tokopedia yang mencatat ada kenaikan transaksi di produk kesehatan serta kebutuhan pokok lain sejak pandemi Covid-19 muncul di Indonesia, kata Vice Presiden of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak dalam keterangan resmi.
Selain masker mulut, hand sanitizer dan cairan antiseptik, produk seperti camilan sehat juga semakin diminati.
Di Shopee, kebutuhan sanitasi dan barang-barang esensial kebutuhan sehari-hari pun banyak dicari.
"Kategori tersebut mengalami peningkatan permintaan yang lebih besar selama periode ini, dengan jumlah peningkatan pencarian terhadap kedua kategori tersebut dari para pengguna kami," kata Public Relations Shopee Indonesia Aditya Maulana Noverdi.
Pihaknya pun berupaya memantau agar barang-barang esensial tersebut dijual dengan harga layak kendati permintaan melonjak.
"Shopee telah menindak lebih dari 3.000 mitra penjual yang menjajakan masker serta hand sanitizer dengan harga yang tidak masuk akal," imbuh dia.
Langkah tersebut sejalan dengan imbauan dari Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate agar penjual di e-commerce tidak mempermainkan harga jual, khususnya perlengkapan kesehatan dan kebersihan, di tengah pandemi Covid-19.
"Terkait produk kesehatan dan obat-obatan, kami ingatkan jangan sampai ada akun yang naikkan harga. Bila ada akun atau merchant yang mempermainkan harga, akan diblokir, dan langkah-langkah penertiban," kata Johnny, Senin (23/3/2020).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Singapura mengirim pemberitahuan pencegahan kepada tujuh perusahaan pemilik konsesi di Indonesia terkait potensi asap karhutla lintas batas.
Cari HP tipis selain iPhone Air? Simak perbandingan Samsung Galaxy S25 Edge, Infinix Hot 60 Pro Plus, dan Tecno Spark Slim.
Serangan siber di Jepang dan Korea Selatan mengancam data pelanggan, bank, dan layanan publik. AI disorot karena dapat mempercepat pencarian celah keamanan.
Borneo FC membidik tiket perempat final AFC Challenge League 2026/2027. Mauro Jeronimo menyiapkan tim setelah menang 2-0 atas Yangon United.
AI kini digunakan untuk menganalisis percakapan dan aktivitas karyawan. Simak kasus Co-op, Burger King, Meta, serta risiko privasi pekerja.
Sebanyak 9.600 desa masih tertinggal. Yandri Susanto mendorong ekspor desa, kolaborasi lintas kementerian, dan penguatan Kopdes.