Advertisement
Angkutan Gratis untuk Motor Dibatalkan
Ilustrasi motor. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah terus berupaya untuk menghilangkan program-program mudik gratis yang setiap tahunnya diselenggarakan demi mencegah penyebaran Covid-19. Teranyar PT Kereta Api Persero (KAI) membatalkan program angkutan gratis bagi sepeda motor untuk program mudik tahun ini.
"Angkutan motor gratis yang setiap tahun kita lakukan dalam program mudik kita batalkan demi mencegah penyebaran Covid-19," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Zulmaefendi dalam konfrensi pers melalui video teleconference di Jakarta, Minggu (12/4/2020).
Advertisement
Padahal, kata Zulmaefendi, setiap tahunnya ribuan motor diberangkatkan KAI untuk membantu masyarakat agar tak mudik dengan sepeda motor. Tapi dengan adanya wabah ini program tersebut harus dibatalkan.
Sebelumnya, KAI tidak melakukan penambahan armada kereta api untuk angkutan mudik. Sejumlah perusahaan-perusahaan BUMN juga membatalkan acara mudik gratis.
Angkutan motor gratis ini merupakan kerjasama antara Ditjen Perkeretaapian dengan PT Kereta Api Indonesia. Tujuannya untuk mengurangi risiko kecelakaan saat mudik berlangsung.
Program ini menyediakan fasilitas untuk 19.000 motor. Pendaftaran sudah dibuka secara online sejak tanggal 26 Februari hingga 14 Mei 2020 melalui website mudikgratis.dephub.go.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
PB XIV Mangkubumi Salat Jumat di Masjid Gedhe Mataram Kotagede
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Penerimaan Pajak 2025 Capai Rp1.917 Triliun, Shortfall Rp271 T
- Kunjungan Wisman via YIA November 2025 Turun Secara Bulanan
- Bahlil Wajibkan Etanol di BBM Mulai 2027
- Indef: MBG Dorong PDB Nasional hingga 0,17 Persen pada 2040
- Ekspor Toyota ke Venezuela Tetap Normal di Tengah Gejolak
- Harga Emas Hari Ini Menguat Tipis, Pasar Tunggu Data AS
- China Larang Ekspor Dwiguna ke Jepang, Fokus Sektor Militer
Advertisement
Advertisement



