Kelas Online Dorong Jumlah Investor

Kelas Online Dorong Jumlah InvestorKepala Kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Yogyakarta Irfan Noor Riza - Harian Jogja/Holy Kartika N.S.
13 April 2020 22:07 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY dorong peningkatan jumlah investor di tengah pandemi Covid-19 dengan edukasi investasi secara daring.

Kepala BEI DIY, Irfan Noor Riza mengatakan BEI DIY tetap mengadakan beberapa kegiatan edukasi secara daring, baik melalui live Instagram, Zoom, Webinar, Teams dan beberapa fasilitas media online lain. Menurut dia, upaya ini terbilang efektif. Setidaknya terlihat dari antusiasme masyarakat sangat besar sehingga banyak yang menghubungi untuk menanyakan program-program edukasi saat penerapan work from home (WFH).

“Untuk itu, kami mencoba tetap menyosialisasikan dan mengedukasi melalui media online. Setelah kami coba beberapa kali, memang peminatnya luar biasa. Contoh program acara diskusi interaktif pasar modal kami kemarin, diikuti sampai 261 peserta online dan masih banyak yang chat bertanya kapan diadakan edukasi lagi. Ke depan, kami akan mencoba rutin menggelar edukasi online lanjutan,” ucap Irfan, Senin (13/4).

Irfan mengungkapkan upaya tersebut juga dalam upaya menjalankan fungsi sosialisasi dan edukasi pasar modal kepada seluruh masyarakat DIY dan sekitarnya. Harapannya, seiring sejalan dengan tugas fungsi tersebut, tercipta pertumbuhan investor pasar modal khususnya di DIY dan sekitarnya. “Kami berharap, walau kondisi di tengah pandemi Covid-19 ini, investor tetap bertumbuh,” katanya.

Walau masih di tengah pandemi, pasar modal perlahan-lahan membaik, walaupun indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berfluktuatif, itu hal yang wajar terjadi. Ia menilai hal ini terjadi karena pasar merespons kebijakan yang diambil oleh Bank Sentral Amerika atau The Fed saat itu. Hal itu telah menjadi sentimen positif bagi perdagangan saham di BEI. Aksi beli saham masih menjadi penopang laju indeks IHSG. Hal tersebut menyusul setimen positif dari bursa-bursa global. Sampai saat ini aksi beli masih berlangsung yang diikuti sesekali aksi jual dari investor asing. Masih terlihat banyak saham-saham berfundamental bagus trennya terus naik.

 

Potensi & Peluang

Terkait dengan investor di DIY, dia mengatakan walau di tengah pandemi, jumlah investor DIY bertumbuh. Justru mulai banyak masyarakat yang melihat potensi dan peluang berinvestasi di pasar modal. Semakin banyak pula masyarakat yang sadar saat ini pasar modal Indonesia berada dalam suasana diskon vaganza. Banyak saham-saham berfundamental bagus yang harganya sedang diskon. Harganya sedang murah dan terjangkau sekali untuk dikoleksi.

Jumlah investor DIY per Maret 2020 berjumlah 50.380 investor. Sejak Januari 2020 pertumbuhan investor rata-rata di DIY adalah 486 Investor/bulan. Pertumbuhan jumlah investor DIY cukup menggembirakan dan menyemangati BEI DIY untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat.

Irfan juga mengajak masyarakat selalu berpikir positif. Sebab kondisi penurunan akibat pandemi Covid-19 akhir-akhir ini tidak akan berlangsung terlalu lama. Terbukti, pasar mulai bergairah lagi. Jikalau berfluktuasi itu hal yang biasa terjadi. Menurutny,a tidak perlu panik, momen ini waktunya berinvestasi di pasar modal, selagi sedang diskon. Banyak sekali saham-saham berfundamental bagus yang harganya sangat terjangkau, sangat layak untuk dibeli dan dikoleksi.