Advertisement
China Tegaskan Tuduhan Virus Corona Berasal dari Laboratorium Wuhan Tidak Masuk Akal
Sampel swab yang akan diuji untuk virus corona di sebuah rumah sakit di Wuhan, China, Sabtu (14/3/2020). - Bloomberg
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Direktur laboratorium virus di Wuhan menampik tuduhan laboratorium yang dia pimpin menjadi sumber wabah mematikan. Menurutnya tuduhan itu tidak masuk akal.
Beijing saat ini terus mendapat tekanan untuk bersikap transparan dalam penanganan pandemi Covid-19. Adapun AS tengah menyelidiki apakah virus itu sebenarnya berasal dari lembaga virologi Wuhan dengan laboratorium keamanan hayati yang tinggi.
Advertisement
Ilmuwan China mengatakan virus itu kemungkinan berasal dari binatang ke manusia di pasar yang menjual satwa liar.
Tetapi keberadaan fasilitas laboratorium itu telah memicu teori konspirasi bahwa kuman tersebut menyebar dari Institut Virologi Wuhan, khususnya laboratorium P4 yang dilengkapi untuk menangani virus berbahaya.
Dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah kemarin, Yuan Zhiming, direktur laboratorium mengatakan bahwa "tidak mungkin virus ini datang dari kami" seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Minggu (19/4).
Dia mengatakan tidak ada stafnya yang terinfeksi. Hal itu disampaikannya kepada stasiun televisi negara berbahasa Inggris CGTN. Akan tetapi dia mengatakan seluruh lembaga sedang melakukan penelitian di berbagai bidang terkait dengan virus corona.
Lembaga tersebut telah menolak teori tersebut pada bulan Februari dengan mengatakan bahwa pihaknya telah berbagi informasi tentang patogen dengan Organisasi Kesehatan Dunia pada awal Januari.
Hanya saja minggu ini Amerika Serikat mengangkat rumor tersebut ke permukaan. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan para pejabat AS tengah melakukan "penyelidikan penuh" tentang bagaimana virus itu bisa "keluar ke dunia".
Ketika ditanya apakah penelitian menunjukkan virus itu bisa berasal dari institut itu, Yuan berkata: "Saya tahu itu tidak mungkin."
"Sebagai orang yang melakukan studi, kami jelas tahu jenis penelitian apa yang terjadi di institut dan bagaimana institut itu mengelola virus dan sampel," katanya kepada CGTN.
Dia mengatakan bahwa karena laboratorium P4 ada di Wuhan maka orang tidak bisa tidak membuat asosiasi demikian dan beberapa media "sengaja mencoba menyesatkan orang".
Laporan di Washington Post dan Fox News sebelumnya sama-sama mengutip sumber anonim yang menyuarakan kekhawatiran bahwa virus itu mungkin datang secara tidak sengaja dari fasilitas itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal Terbaru KRL Jogja-Solo Rabu 4 Februari 2026 Lengkap
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Pegadaian Turun, Galeri24 dan UBS Kompak Terkoreksi
- Satgas Saber Awasi Harga Daging Sapi Jelang Ramadhan 2026
- Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp64.150 per Kg Hari Ini
- Harga Emas Antam Terjun Rp183.000, Buyback Ikut Turun
- Cek Saldo Minimum Mandiri, BRI, BNI Terbaru Februari 2026
- Elon Musk Merger SpaceX dan xAI, Valuasi Capai Rp25.154 Triliun
Advertisement
Advertisement



