Harga Bawang Merah Tinggi, Jokowi: Ada yang Sengaja Mainin Harga?

Harga Bawang Merah Tinggi, Jokowi: Ada yang Sengaja Mainin Harga?Salah seorang petani menunjukan hasil panen bawang merah di Desa Pulutan, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (4/9/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
13 Mei 2020 14:47 WIB Newswire Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mempertanyakan apakah penyebab tingginya harga gula pasir dan bawang merah karena ada permainan harga yang menguntungkan segelintir pihak atau ada penyebab lain. 

"Saya ingin ini dilihat masalahnya di mana, apakah masalah distribusi, atau stoknya kurang, atau ada yang sengaja permainkan harga untuk sebuah keuntungan yang besar," kata Presiden rapat terbatas melalui telekonferensi video mengenai Antisipasi Kebutuhan Pokok dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/5/2020). 

Presiden mengatakan di pandemi penularan virus Corona atau Covid-19 ini, masyarakat sedang mengalami penurunan daya beli. Maka dari itu, untuk mengurangi beban masyarakat, seluruh harga bahan pokok harus terkendali dan terjangkau.

Untuk bawang merah, Presiden mencatat harga di pasaran mencapai Rp52.000 per kilogram. Padahal seharusnya harga bawang merah bisa ditekan hingga Rp32.000 per kilogram.

Sedangkan, harga gula pasir belum menunjukkan penurunan signifikan, padahal Presiden sudah memerintahkan beberapa kali untuk pengadaan stok dan operasi pasar. Di pasaran saat ini, harga gula pasir Rp17.500 per kilogram, atau jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kilogram.

"Gula pasir sampai saat ini, saya terus kejar, harga masih Rp 17.000-17.500 per kilogram padahal HET harusnya di Rp12.500 per kilogram," ujarnya.

Sumber : Antara