Selama Pandemi, Omzet Perajin asal Donokerto, Sleman Ini Drop hingga 50%

Selama Pandemi, Omzet Perajin asal Donokerto, Sleman Ini Drop hingga 50%Pengrajin ukir siluet asal Donokerto, Sleman, Sigit Setiyawan berpose di samping salah satu hasil kerajinan tangannya, Jumat (15/5/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suporobo
15 Mei 2020 20:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Perajin ukir siluet karikatur wajah ikut terdampak pandemi Covid-19. Omzet kerajinan tangan tersebut anjlok hingga 50%. Nihilnya permintaan membuat perajin harus memutar otak agar tetap mempunyai penghasilan.

Perajin ukir siluet karikatur wajah asal Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Sigit Setiyawan mengatakan jika penurunan permintaan kerajinan ukir siluet karikatur wajah terjadi pasca-diumumkannya pasien pertama Covid-19 di Indonesia.

"Setelah isu Covid-19 muncul tidak ada satupun pesanan yang datang ke saya. Saat itu bahkan belum ada perintah untuk stay at home. Penurunan hingga kini sudah mencapai 50 persen. Sebelum pandemi Covid-19 ini permintaan bagus. Masyarakat banyak yang antusias terhadap kerajinan ukir siluet karikatur wajah yang ini," ujar Sigit, Jumat (15/5/2020).

Omzet yang diperoleh Sigit sebelum adanya pandemi Covid-19 bisa mencapai Rp5 juta. Bahkan tak jarang Sigit kewalahan menghadapi permintaan dari konsumen yang tertarik untuk membeli hasil kerajinannya.

"Sebelum adanya pandemi, saya bisa mengantongi pendapatan sampai Rp5 juta. Tetapi dengan adanya Covid-19 ini bisa dapat pendapatan hasil dari permintaan pembuatan kerajinan ukir siluet karikatur wajah saja sudah untung, seringkali tidak ada peranan sama sekali," ucap dia.

Lebih lanjut, hasil kerajinan ukir siluet karikatur wajah bikinan Sigit kebanyakan dipesan oleh konsumen untuk dijadikan sebagai hadiah pernikahan dan wisuda. Banyak warga yang memesan hasil kerajinan tangan Sigit sebagai pelengkap momen seremonial.

Pemerintah yang mengatur agar masyarakat melakukan upaya physical distancing sehingga tidak ada acara keagamaan maupun kegiatan sosial yang menimbulkan potensi massa untuk berkumpul di dalam satu tempat menjadi musabab permintaan kerajinan tangan Sigit menurun drastis.

"Paling banyak konsumen memesan kerajinan tangan ukir siluet karikatur wajah untuk hadiah pernikahan dan wisuda. Kalau sekarang nikahan tidak ada, wisuda juga tidak ada. Otomatis terdampak. Orang tanya saja sudah jarang sekali. Orang banyak yang menghemat di tengah pandemi Covid-19 ini," kata Sigit.

Sigit yang memulai kerajinan tangan ukir siluet karikatur wajah sejak 2018 tersebut dalam satu hari bisa memproduksi kerajinan tangan ukir siluet karikatur wajah sebanyak dua sampai tiga kerajinan untuk ukuran yang kecil. Untuk ukuran yang besar bisa memakan waktu dua hari.

"Dalam satu hari bisa memproduksi dua sampai tiga yang ukuran kecil. Tapi kalau ukuran yang besar dua hari satu produksi. Untuk ukuran kecil seluas 27 x 22 sentimeter. Sedangkan, untuk ukuran yang besar bisa mencapai 80 x 60 sentimeter," ucap dia.

Untuk ukuran kecil yakni 27 x 22 sentimeter Sigit membanderol hasil kerajinan tangannya senilai Rp80.000, sedangkan untuk ukuran yang besar yakni 80 x 60 sentimeter dibanderol dengan harga sekitar Rp500.000 sampai dengan Rp600.000.

"Saya awalnya melihat tetangga yang pintar menggambar karikatur, akhirnya saya tiru dan buka usaha sendiri. Untuk pemesanan dan untuk etalase contoh kerajinan ukir siluet sudah bisa dicek melalui Facebook, Instagram, maupun platform marketplace seperti Bukalapak dan Tokopedia," kata Sigit.

Sigit berharap agar pandemi Covid-19 ini cepat berlalu. Pasalnya, jika keadaan tidak cepat berubah ia dan sebagian masyarakat yang tidak mempunyai penghasilan tetap pastinya makan berdampak. Ia juga sudah mengambil upaya mendaftar kartu prakerja yang diinisiasi oleh pemerintah.

"Kebetulan saya juga menjadi pengurus objek desa wisata lembah sempor, kami sudah didaftarkan oleh salah seorang anggota, namun kemungkinan hasilnya juga tidak akan menemui titik terang, kami diminta untuk mendaftar ulang, semoga pandemi Covid-19 cepat berlalu," kata dia.