Konsumsi BBM Lebaran Diklaim Turun

Konsumsi BBM Lebaran Diklaim TurunIlustrasi. - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
27 Mei 2020 21:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—PT Pertamina (Persero) mencatat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline selama tiga hari masa Lebaran H-1 hingga H+1 masih 18 % di bawah kondisi normal sebelum pandemi Covid-19, yakni periode Januari-Februari 2020.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan meskipun konsumsi gasoline mengalami kenaikan pada H-1 Lebaran sebesar 99.932 kiloliter (KL), namun pada hari H Lebaran konsumsi turun jadi 58.510 KL dan H+1 tercatat mencapai 72.978 KL.

Dengan demikian, rata-rata penyaluran gasoline selama tiga hari Lebaran tersebut mencapai 77.140 KL. Sementara, rata-rata penyaluran harian normal periode Januari-Februari 2020 mencapai 93.557 KL. "Pada H-1 Lebaran, gasoline sempat naik 6,8 persen di atas konsumsi normal, namun pada hari-hari selanjutnya konsumsi turun sehinga secara rata-rata selama H-1 sampai H+1 Lebaran, konsumsi BBM gasoline masih 18 persen di bawah konsumsi normal," ujar Fajriyah melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (27/5/2020).

Sementara untuk gasoil, lanjut Fajriyah, realisasi penyaluran pada H-1 mencapai 19.428 KL, hari H Lebaran sebesar 7.061 KL, dan pada H+1 mencapai 8.478 KL atau rata-rata dalam tiga hari Lebaran sebanyak 11.656 KL. "Jika dibandingkan dengan rerata penyaluran harian normal gasoil periode Januari-Februari 2020 sebesar 41.308 KL, maka penyaluran gasoil saat Lebaran turun 71,78 persen," kata Fajriyah.

Terkait dengan elpiji tiga kilogram (gas melon), rata-rata penyaluran selama tiga hari Lebaran mencapai 14.404 metrik ton dengan rincian H-1 25.860 metrik ton, hari H Lebaran tidak ada penyaluran karena libur, dan H+1 mencapai 17.352 MT. "Penambahan penyaluran gas melon  dilakukan mulai H-7 sampai H-1 dengan rata-rata penyaluran sekitar tujuh persen di atas normal," ujar Fajriyah.

Dia menambahkan Satgas Pertamina terus siaga hingga 8 Juni 2020 untuk memonitor distribusi BBM dan LPG serta memastikan stok dalam kondisi aman. "Satgas masih terus berjalan, termasuk layanan Pertamina Call Center 135. Jika masyarakat membutuhkan informasi tentang produk Pertamina maupun layanan antar (delivery service), silahkan kontak ke 135," kata Fajriyah.