Olifant Ajak Orang Tua Diskusi lewat Webinar

Olifant Ajak Orang Tua Diskusi lewat Webinar Tangkapan layar saat webinar bertajuk School for Parents: Ngobras (Ngobrol Santai) yang digelar Olifant School. - Istimewa/Olifant School \\n\\n
28 Mei 2020 17:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Olifant School mengajak para orang tua berdiskusi soal kesiapan mereka dalam mengasuh anak-anak selama pandemi Covid-19. Materi dalam webinar itu penting untuk menyiapkan mental orang tua dalam menjaga keseimbangan keluarga di tengah pandemi.

Head of Creative Development Olifant, Mariana Hastuti mengatakan Olifant School membantu serta berbagi dengan orang tua supaya tetap dapat membangun persepsi positif dengan memberikan wadah bagi orang tua untuk saling belajar dan mendapatkan dukungan dari salah satu support system yaitu sekolah.

Bentuk dukungan tersebut diberikan dalam wadah School for Parents: Ngobras (Ngobrol Santai) dengan topik Äpa Kabar Pandemi?. Kegiatan yang digelar dalam bentuk webinar tersebut kali ini menghadirkan narasumber psikolog, Hanlie Muliani dan Juliawati Budiman. “Kerja sama Olifant dan Sahabat Orang Tua dan Anak [SOA] melalui webinar ini diharapkan dapat memberikan insight bagi orang tua dalam menghadapi pandemi,” ucap dia lewat rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (27/5/2020).

Dalam webinar ini Hanlie mengibaratkan saat ini orang sedang menghadapi badai yang sama, namun mereka berada di kapal yang berbeda-beda. Kapal yang berbeda itu adalah situasi masing-masing keluarga. “Selama dalam situasi pandemi, sudah semestinya semua orang bergerak maju dan move on untuk dapat menata tatanan baru hidup,” ucap Hanlie.

Sementara Juliawati membahas soal isu menjaga relasi orang tua dengan anak serta mendampingi mereka melewati badai ini bersama-sama, terutama dilihat dari karekater generasi Z yang dimiliki anak-anak.

Memiliki relasi yang baik dengan anak tentu saja akan sangat mendukung kestabilan situasi dalam keluarga. Pasalnya situasi di rumah akan cenderung menyenangkan bagi setiap anggota keluarga. “Solusinya adalah dengan mencari kesamaan dan memahami kesukaan anak-anak akan menjadi pintu masuk yang baik bagi mereka,” ujar Juliawati.