Asyik, Akhir Pekan Ini Candi Borobudur Dibuka Kembali

Asyik, Akhir Pekan Ini Candi Borobudur Dibuka KembaliIlustrasi Candi Borobudur. - Ist/Borobudur Park
10 Juni 2020 18:27 WIB Alif Rizqi Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Mulai akhir pekan ini Candi Borobudur akan dibuka untuk wisatawan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pembukaan akan dilakukan bertahap dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Setelah ditutup selama tiga bulan, sejak 20 Maret 2020, kini Candi Borobudur tengah disiapkan untuk  dibuka kembali. Untuk kesiapan pembukaan Candi Borobudur, Ganjar bersama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko menggelar simulasi.

Dalam simulasi tersebut dipraktekkan penerapan protokol kesehatan sejak pintu gerbang sampai di depan anak tangga pertama Candi Borobudur. "Dari awal [peraturannya] sangat rigid. Saya harap masyarakat tahu meski nanti akan ada guide. Ini akan jadi obat rindu. Kehati-hatian tetap kita lakukan," kata Ganjar melalui siaran persnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Rabu (10/6/2020).

Sejak tiba di pintu gerbang peraturan protokol kesehatan mulai dilakukan dengan penyemprotan disinfektan pada seluruh mobil yang masuk. Setelah masuk, pengunjung turun dari mobil di drop off, lalu antre pada garis-garis kotak mereka harus cuci tangan di wastafel yang telah disiapkan pengelola. Sebelum berjalan menuju loket, pengunjung harus memasuki bilik disinfektan yang menyemprotkan air sabun.

Prinsip social dan physical distancing membuat PT TWC banyak menerapkan aturan baru, termasuk di loket dan pintu masuk ke candi. Jika pengunjung enggan mengantre panjang, pengelola juga menyiapkan loket elektronik.

Selain itu ada pula pemeriksaan suhu badan yang dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan barang-barang bawaan. Ketika ada pengunjung yang suhu badannya mencapai 37,8 derajat Celsius, maka petugas tak akan membolehkan masuk. "Pekan depan boleh buka untuk 100 orang. Mungkin teman-teman wartawan yang mengawali. Terus 200 orang, bisa untuk teman-teman yang ingin memberi penilaian," ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia