Penumpang Pesawat Diklaim Mulai Naik saat Normal Baru

Penumpang Pesawat Diklaim Mulai Naik saat Normal BaruCitilink Indonesia melakukan kegiatan disinfeksi pesawat untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). - Dok. Istimewa
12 Juni 2020 12:47 WIB Anitana Widya Puspa Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Jumlah penumpang pesawat memang masih jauh lebih rendah dibandingkan saat kondisi normal, tetapi sudah mulai bergairah kembali di masa adaptasi ini. Klaim tersebut disampaikan PT Angkasa Pura II. 

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan industri penerbangan saat ini tengah memasuki masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19.

 "Pada masa adaptasi yang dimulai pada 8 Juni 2020, jumlah penumpang pesawat rute domestik dan internasional mulai merangkak naik," jelasnya melalui keterangan resmi, Jumat (12/6/2020).

Awaluddin memaparkan di 19 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II, jumlah penumpang pada 8 Juni dan 9 Juni rata-rata sekitar 7.000 penumpang setiap harinya.

Sementara itu, pada 10 Juni meningkat menjadi sekitar 14.700 penumpang, di mana pada tanggal itu khusus Bandara Soekarno-Hatta mencapai 6.038 penumpang. 

Seperti diketahui, Lion Air juga sudah kembali beroperasi menyusul Garuda Indonesia dan Citilink.

AirAsia Indonesia juga akan terbang mulai 19 Juni 2020. Jumlah penumpang memang masih jauh lebih rendah dibandingkan saat kondisi normal tetapi sudah mulai bergairah kembali pada masa adaptasi ini.

Sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 07/2020, calon penumpang pesawat harus melengkapi surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif berlaku 7 hari atau surat keterangan uji Rapid-Tes dengan hasil non-reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan.

Adapun pembatasan kapasitas penumpang pesawat yang sempat maksimal 50 persen, kini ditingkatkan maksimal 70 persen sesuai dengan Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara Nomor 13/2020. Secara bertahap, kapasitas maksimal penumpang kan kembali ditingkatkan lagi. 

 Sebagai bagian implementasi Smart Airport, PT Angkasa Pura II dalam waktu dekat juga akan meluncurkan aplikasi Travelation.

Melalui aplikasi tersebut, calon penumpang dapat menggungah dokumen yang dipersyaratkan untuk bisa terbang misalnya surat hasil tes PCR atau rapid test guna diperiksa secara digital, sehingga pemeriksaan di bandara dapat dilakukan lebih sederhana tetapi tetap ketat.

 

 

 

Sumber : Bisnis.com