Persiapan New Normal, Bank BPD DIY Sosialisasi Transaksi Nontunai di Pasty

Persiapan New Normal, Bank BPD DIY Sosialisasi Transaksi Nontunai di PastyKepala OJK DIY, Parjiman (kiri) didampingi Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad (kanan), saat kegiatan sosialisasi new normal dengan pengenalan transaksi digital di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta, Sabtu (13/6/2020). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo.
13 Juni 2020 15:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJABank BPD DIY melakukan sosialisasi new normal dengan harapan agar ekonomi tumbuh, namun tetap menjaga protokol kesehatan. Salah satunya dilakukan dengan mengenalkan transaksi non tunai, di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta, Sabtu (13/6/2020).

Kegiatan yang bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) ini mendorong agar transaksi antar pedagang dan pembeli dilakukan dengan cashless. Upaya tersebut mengurangi sentuhan, mencegah penyebaran Covid-19.

“Harapannya masyarakat tidak takut belanja. Pedagang juga terlindung sesuai protokol. Bagaimana nanti ekonomi DIY tumbuh, protokol kesehatan terjaga. Cashless ini juga memperluas pangsa pasar, dengan penjualan atau transaksi online,” kata Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad.

Pihaknya terus mendorong Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) yang merupakan penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Kepala BI DIY, Hilman Tisnawan mengatakan saat ini menjadi momen akselerasi QRIS. “QRIS ini menguntungkan masyarakat, mendukung mengatasi masalah Covid-19 dengan meminimalisir kontak. Serta mempercepat inklusi keuangan dan inklusi ekonomi, ini dua hal yang berbeda. Jika inklusi keuangan mungkin sekedar punya rekening, tapi kalau inklusi keuangan empowerment masyarakat,” kata Hilman.

Kepala OJK DIY, Parjiman juga menyambut baik upaya mendorong transaksi digital atau non tunai ini. Menurutnya arah kehidupan masyarakat kedepan menuju cashless society. Sehingga pengenalan ke masyarakat tentang transaksi digital menjadi sesuatu hal yang penting. Terlebih dimasa seperti pandemi Covid-19 ini. “Memang masyarakat perlu paham menggunakan sarana digital ini, yang jadi tantangan memang pengenalan. Namun demikian, di dunia Internasional sudah biasa itu, dan kita di Indonesia bisa juga membudayakan pastinya,” ujarnya.

Ketua ISEI DIY, Eko Suwardi mengapresiasi langkah BPD DIY untuk sosialisasi protokol kesehatan new normal dan pengenalan transaksi secara digital. “Dengan membangun kesadaran pola hidup sehat akan menghindari Covid-19 dan ekonomi akan bergerak, orang berani datang jajan,” ucap Eko.

Sosialisasi QRIS yang dilakukan juga sangat penting untuk membantu UMKM. Menurutnya sebelum ada QRIS, UMKM belum banyak masuk industri keuangan formal. “Adanya QRIS nantinya kan bisa tercatat UMKM itu, bisa bankable dapat memperkuat permodalan dengan pinjaman,” ujarnya.