Bank BPD DIY Syariah Mengutamakan Kepuasan Nasabah

Bank BPD DIY Syariah Mengutamakan Kepuasan NasabahRektor UMY Gunawan Budiyanto - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
19 Februari 2020 16:17 WIB Media Digital Ekbis Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Seiring bertambahnya usia, Bank BPD DIY Syariah yang merupakan Unit Usaha Syariah Bank BPD DIY semakin memantapkan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Jalinan silaturahmi juga terus diperkuat dengan hubungan kekeluargaan dengan nasabah. Layanan yang memuaskan itu juga diamini para nasabah setia termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga korporasi.

Direktur Utama RS UII Widodo Wirawan, MPH merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Bank BPD DIY Syariah. Manfaat yang dia rasakan tak hanya untuk korporasi, tetapi juga untuk keperluan pribadi. "Saya sudah lama jadi klien Bank BPD DIY Syariah. Awalnya untuk take over pembiayaan perumahan. Syaratnya sangat mudah dan lebih simpel dibandingkan bank lain. Teknik pelunasan gampang dan transparan," kata dia ketika ditemui kantornya di RS UII, Bantul, Senin (17/2/2020).

Widodo menyebutkan margin yang ditawarkan Bank BPD DIY Syariah pun bersaing. Ia mengakui ada bank lain yang lebih rendah, tetapi prosesnya lebih rumit dan jelimet. Sebagai nasabah, ia lebih memilih bank yang memiliki margin bersaing, tetapi proses simpel sehingga mempermudah pelanggan.
Kepuasan yang dia dapatkan juga dari personal pegawai Bank BPD DIY Syariah. "Agennya proaktif. Biasanya saya yang ke sana tetapi, kalau Bank BPD DIY Syariah mau nyamperin. Artinya ada keseriusan untuk melayani nasabah," kata dia.

Ia menyebutkan secara kelembagaan dalam hal ini RS UII lebih memilih Bank BPD DIY Syariah karena merupakan bank pembangunan inti untuk daerah. Dengan menjadi nasabah Bank BPD DIY Syariah, maka RS UII pun berkontribusi terhadap pembangunan DIY.

"Dari kita untuk kita. Kami bisa merasakan beri sumbangan untuk pembangunan di daerah kita. Apalagi Bank BPD DIY sebagai bank BPD terbaik. Reputasinya enggak dipertanyakan lagi," jelas dia.

Selain itu, pihaknya sengaja memilih lembaga keuangan syariah karena ingin ikut meningkatkan literasi masyarakat mengenai manfaat lembaga keuangan syariah. "Untuk RS UII kami bekerja sama dalam payroll dan ada ATM juga. Saya berharap Bank BPD DIY Syariah semakin berkembang dan semakin maju teknologinya. Pelayanannya sudah bagus dan berani jemput bola," jelas dia.

Personal Touch

Kepuasan juga dirasakan Owner Kandang Ingkung Resto dan Kopi Dwi Puguh Pranowo. Ia mengungkapkan sudah satu setengah tahun menjadi mitra Bank BPD DIY Syariah. Ia memiliki tiga usaha yakni Kandang Ingkung Resto dan Kopi, Omah Dusun Guest House, Kandang Tengkleng Resto dan Teh. "Kami sangat puas terhadap pelayanan Bank BPD DIY Syariah puas. Kami memakai produk tabungan dan payroll. Menurut saya, dari sisi teknologi Bank BPD DIY Syariah enggak jauh dari bank lain," kata dia.

Ia mengakui cara handling customer dari Bank BPD DIY Syariah juga luar biasa. Semua personel di Bank BPD DIY Syariah sangat ramah dan membantu nasabah dengan sepenuh hati. Ia mengaku tidak pernah merasa kecewa. "Servis oke, teknologi juga oke. Personal touch itu luar biasa. Walaupun sama produknya dengan bank lain, tetapi kedekatan personal itu yang membikin beda," jelas dia.

Ia menyebutkan dari awal pihaknya sudah memetakan beberapa perbankan syariah di DIY. Namun, pilihan jatuh ke Bank BPD DIY Syariah karena memiliki pelayanan yang paling cocok dan menyenangkan.

"Di pertambahan usia Bank BPD DIY Syariah ini saya berharap terus berinovasi, bersinergi, dan berkomunikasi dengan baik dengan nasabahnya. Sinergitas itu penting," terang dia.

Wujud sinergitas itu juga ia wujudkan dengan diskon 10% untuk semua produk bagi nasabah Bank BPD DIY. Pelanggan hanya perlu menujukkan kartu ATM Bank BPD DIY. "Program ini kami mulai awal Februari 2020. Untuk tahap awal ini selama setahun. Harapannya bisa lebih panjang," jelas dia.

Sepenuh Hati

Bank BPD DIY Syariah melayani pembayaran SPP mahasiswa, payroll karyawan UMY, memberikan beasiswa, bersinergi dalam KKN dan pembiayaan karyawan. Rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P menyebutkan UMY menjalin kerja sama dengan Bank BPD DIY Syariah sekitar lima tahun.

Menurutnya, hal yang terpenting dari keberadaan sebuah bank di universitas adalah pelayanannya kepada mahasiswa. "Hal yang penting itu bisa memberi servis ke mahasiswa. Kalau kira-kira prosesnya bertele-tele, mahasiswa enggak mau. Bagaimana bank itu mengadopsi perkembangan IT juga penting. Kalau bank itu masih bertahan di sini, artinya kinerjanya bagus dan bisa memberikan kepuasan pada mahasiswa," ujar dia ketika ditemui di UMY, Bantul, Selasa (18/2/2020).

Ia menjelaskan UMY menjalin kerja sama dengan beberapa bank dan Bank BPD DIY Syariah salah satunya. Pihaknya ingin memberikan berbagai pilihan perbankan kepada mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa membutuhkan proses yang cepat dan praktis. Menurutnya, keberadaan Bank BPD DIY Syariah sangat membantu proses keuangan mahasiswa dan selama ini dalam transaksi pembayaran yang dilakukan mahasiswa tidak ada masalah.

Kolaborasi dengan Bank BPD DIY Syariah juga diwujudkan dalam kegiatan corporate social responsibility misalnya dalam kegiatan sosial saat milad UMY dan mendukung program KKN di daerah tertinggal, terdepan dan terluar di Indonesia (3T). UMY ingin mengubah pola KKN selama ini menjadi pendampingan yang berkelanjutan.

"Ini sudah tahun ketiga kolaborasi dengan Bank BPD DIY Syariah untuk program KKN. Konsentrasi kegiatannya berbeda tergantung kebutuhan daerah tujuan KKN. Jadi tematik. Ini bisa disinkronkan dengan BPD sehingga bisa memberikan kemanfaatan di luar DIY dan luar Jawa. Itu yang membuat kami merasa ada mitra untuk melaksanan CSR. Program ini makin lama makin besar. Saya lihat ada sinkronisasi dengan Bank BPD DIY dan ini cukup bagus. Artinya birokarsi yang tidak begitu sulit," jelas dia.

Di pertambahan usia Bank BPD DIY Syariah ke-13 tahun ini, Gunawan berharap Bank BPD DIY Syariah semakin berkembang. Dukungan dan sinergi dengan UMY diharapkan semakin baik karena kampus juga menjadi penggerak ekonomi. "Kami pakai cash management system dan sudah bisa online. Dan ini sangat membantu. Untuk saat ini kita antisipasi e-money. Kami berharap BPD juga memiliki produk sendiri sehingga menjadi win-win solution kalau kami memanfaatkan produk dari BPD," kata dia.