Impor Drop, Sinyal Negatif bagi Investasi

Impor Drop, Sinyal Negatif bagi InvestasiFoto aerial pelabuhan peti kemas Koja di Jakarta. (25/12 - 2019). Bisnis / Himawan L Nugraha
15 Juni 2020 15:47 WIB Edi Suwiknyo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Penurunan impor barang modal dan bahan baku penolong hingga Mei 2020 menjadi sinyal negatif bagi pertumbuhan investasi dan industri domestik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor bahan baku penolong selama rentang Januari-Mei 2020 terkontraksi hingga minus 15,28% year on year (yoy) atau dari US$53,3 miliar pada Januari-Mei 2019 menjadi US$45,16 miliar.

Sementara impor barang mencapai US$9,22 miliar atau terkontraksi sebesar 19,75% dari periode yang sama tahun lalu yakni US$11,49 miliar. "Penurunan impor terjadi di berbagai jenis barang, barang modal dan bahan baku perlu diwaspadai karena memengaruhi aktivitas industri dan memengaruhi perdagangan dan komponen investasi," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam keterangan resmi secara virtual, Senin (15/6/2020).

Adapun dilihat dari komposisinya, peran impor bahan baku terhadap keseluruhan impor Januari - Mei 2020 mencapai 75,08%. Sementara barang modal mencapai 15,33%.

Suhariyanto menambahkan tren penurun ekspor maupun impor ini tak lepas dari pandemi Covid-19 yang kemudian berdampak pada pelemahan ekonomi global.

"Penurunan ekspor dan impor tentu tidak terlepas dari Covid-19 yang menyebabkan kontraksi ekonomi karena ada pembatasan sosial dan pelemahan daya beli dan berbagai masalah lainnya," ucap dia

Sumber : Bisnis.com