Advertisement

Kuota Nasional Gas Melon Tahun Depan Bakal Ditambah

Denis Riantiza Meilanova
Senin, 29 Juni 2020 - 13:57 WIB
Arief Junianto
Kuota Nasional Gas Melon Tahun Depan Bakal Ditambah Foto ilustrasi. - Bisnis Indonesia/ Nurul Hidayat

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan volume elpiji tiga kilogram (kg) bersubsidi dalam Rancangan APBN 2021 berkisar 7 juta hingga 7,5 juta metrik ton.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan besaran usulan tersebut telah mempertimbangkan potensi peningkatan konsumsi LPG pada masa pandemi Covid-19. "Dengan mempertimbangkan banyaknya daerah yang sudah memiliki jaringan gas kota dan adanya peningkatan pertumbuhan konsumsi elpiji pada masa pandemi Covid-19, serta bertambahnya converter kit untuk nelayan dan petani dan dengan melihat perkiraan realisasi elpiji 2020 sebesar 6,89 juta metrik ton, maka pemerintah usulkan dalam RAPBN 2021 volume elpiji 3 kg sebesar 7-7,5 juta metrik ton," ujar Arifin dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Senin (29/6/2020).

Menanggapi hal tersebut, sejumlah fraksi DPR berpendapat kuota elpiji 3 kg masih kurang dan perlu dinaikkan mengingat kondisi sulit yang dihadapi masyarakat akibat pandemi Covid-19.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKB Ratna Juwita Sari mengusulkan agar volume elpiji 3 kg bersubsidi dinaikan menjadi 7,5-7,7 juta metrik ton. Dia menilai pemberian subsidi yang lebih besar akan mampu merangsang perekonomian di tengah masa pandemi. "Ini sektor yang sangat dibutuhkan masyarakat. Harapannya dengan pemberian subsidi yang lebih besar bisa menggerakkan sektor UMKM sehingga perekonomian riil makin kuat," kata Ratna.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra Kardaya Warnika juga mengusulkan agar volume LPG 3kg bersubsidi dinaikan pada kisaran 7,5-7,7 juta metrik ton. Menurutnya dengan kondisi pandemi Covid-19 yang belum bisa diprediksi kapan berakhirnya, kebutuhan akan LPG diprediksi akan semakin meningkat.

Begitu pula dengan anggota Komisi VII DPR RI fraksi PKS Mulyanto meminta agar volume elpiji 3 kg minimal dipatok sebesar 7,5 juta metrik ton. "Kami mengusulkan 7,5 juta [metrik ton], namun sekali lagi ini bukan batas atas. Kalau mau dibuat range ini batas bawah. Kami belum setuju dengan kondisi Covid-19 ini volume justru turun dari outlook 2020. Padahal ke depan Covid-19 belum selesai, masyarakat masih masak di rumah, bekerja dari rumah," kata Mulyanto.

Melihat berbagai masukan dari sejumlah fraksi tersebut, Komisi VII DPR RI dan Kementerian ESDM akhirnya bersepakat bahwa asumsi volume elpiji 3 kg bersubsidi dalam RAPBN 2021 ditetapkan sebesar 7,5 juta hingga 7,8 juta metrik ton.

Adapun kuota yang ditetapkan tersebut naik dari target APBN 2020 yang sebesar 7 juta metrik ton. Sedangkan realisasi hingga Mei 2020 telah mencapai 2,9 juta metrik ton.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

ITDA Seimbangkan Intelektual dan Atittude Mahasiswa Baru

Sleman
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 16:37 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement