Kisah UMKM Digital di DIY: Ubah Strategi Digitalisasi dengan Teknologi di Kala Pandemi

Kisah UMKM Digital di DIY: Ubah Strategi Digitalisasi dengan Teknologi di Kala PandemiPelaku usaha muda asal Jogja, Andromeda menggunakan layanan Grabfood. - Istimewa
23 Juli 2020 15:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—GrabFood membantu usaha masyarakat semakin berkembang. Dukungan penjualan dengan sistem daring tersebut sangat membantu pelaku usaha di masa pandemi Covid-19. Seperti halnya pelaku usaha muda asal Jogja, Andromeda.

Andromeda memulai bisnis penjualan es krim dari sebuah proyek semasa kuliah peternakan di Universitas Gadjah Mada pada 2008 silam. Melihat prospek usaha yang sangat menguntungkan, Andro terus melanjutkan bisnis yang akhirnya diberi nama Sweet Sundae Ice Cream. Setelah lulus kuliah dan menjadi supplier banyak hotel dan katering di Jogja.

“Bisnis ini sangat berkembang, tapi saat masuk masa pandemi Covid-19, langsung mandek karena semua bisnis yang saya suplai pun terkena dampak negatif. Usaha saya pun langsung saya ubah dari yang tadinya hanya melayani bisnis, sekarang langsung menjual kepada pelanggan dan semuanya 100% online. Saya mendaftar ke SiBakul Jogja MarketHub milik pemerintah dan juga menjadi merchant GrabFood. Dalam kurun waktu satu bulan setelahnya, penjualan Sweet Sundae Ice Cream sudah kembali meningkat hingga 85% dan saya tetap bisa mempekerjakan 25 karyawan saya. Sangat bersyukur bagaimana teknologi tidak hanya membantu saya, tapi juga orang di sekitar saya,” kata Andromeda, Kamis (23/7/2020).

Grab telah meluncurkan Laporan Dampak Sosial 2019/2020 Edisi Kedua yang difokuskan pada dampak Covid-19 terhadap komunitas dan cara Grab meresponsnya. Di Indonesia sendiri, Grab telah berkomitmen lebih dari Rp260 miliar untuk memerangi penyebaran virus Covid-19 dan menciptakan lebih dari 24 inisiatif baru. Di DIY, Grab telah menghadirkan tiga layanan baru untuk mendukung mitra, masyarakat, dan juga UMKM di tengah pandemi. Layanan GrabMart dan GrabAssistant hadir untuk memberikan kesempatan pendapatan tambahan bagi mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar di tengah pandemi.

Dalam menyambut pembukaan lokasi pariwisata di DIY, Grab yang bekerja sama dengan PT Taman Wisata Candi juga telah menyediakan layanan GrabBike Protect dan GrabCar Protect, armada khusus pertama di Indonesia yang memberikan perlindungan tambahan bagi mitra pengemudi dan pelanggan berupa partisi dari plastik tebal untuk keamanan perjalanan.

“Sektor pariwisata menjadi salah satu penjaga roda perekonomian DIY dan membuka peluang usaha bagi ribuan UMKM. Baru-baru ini, Grab bekerja sama dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur dan PAM Obvit Polda DIY mengadakan kegiatan kampanye Ready for Safe Tourism dalam rangka pembukaan kembali Taman Wisata Candi Borobudur, untuk mengedukasi serta mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan di tempat umum, terutama di objek pariwisata. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk memastikan setiap orang bisa beradaptasi di masa new normal dengan baik. Gabungan antara protokol kesehatan yang ketat, serta solusi digitalisasi yang memadai akan mempercepat pemulihan ekonomi DIY. Kami mengajak seluruh masyarakat DIY untuk ambil bagian dan memanfaatkan enam solusi yang kami hadirkan di DIY. Mari bersama ubah susah jadi mudah dengan #TerusUsaha,” kata Head of West Indonesia Grab Indonesia, Richard Aditya. (*).