Pandemi Berdampak Krisis Ekonomi, Ini Saran Pakar tentang Investasi untuk Pendidikan Anak

Pandemi Berdampak Krisis Ekonomi, Ini Saran Pakar tentang Investasi untuk Pendidikan Anakilustrasi - bisnis.com
27 Juli 2020 06:07 WIB Gloria Fransisca Katharina Lawi Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 masih berlangsung. Kondisi yang penuh ketidakpastian membawa kecemasan bagi para orangtua dalam mengelola dana pendidikan anak. Padahal, saat ini anak-anak memasuki tahun ajaran baru.

Sepanjang pandemi Covid-19 perekonomian anjlok cukup parah dan membuat masyarakat banyak yang mengalami penurunan pendapatan. Segala upaya pun dilakukan untuk mengisi kembali pundi-pundi tersebut.

Baca juga: Tanda-Tanda Kecanduan Laptop, Ini Ulasannya..

Dalam suasana yang penuh ketidakpastian tersebut, banyak pengelola keuangan yang sudah memberikan tips melakukan distribusi keuangan untuk dana darurat. Tak tanggung-tanggung, pengelolaan dana darurat ini harus dibuat secara rinci sesuai jumlah anggota keluarga dengan tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Lantas bagaimana dengan investasi jangka panjang dengan tujuan utama dana pendidikan anak?

Founder dan CEO Finansialku.com, Melvin Mumpuni mengatakan dana darurat bertujuan untuk mendanai keadaan tak terduga misalnya untuk membiayai kelahiran atau sakit tertentu.

Baca juga: Anak Gendut Termasuk Anak Sehat?

Kondisi krisis yang menggerus pendapatan membuat masyarakat mulai bergerilya mengisi kantong keuangan selama masa pandemi. Salah satunya dengan inovasi dan usaha. Cara lain yang dilakukan juga dengan melakukan penghematan dalam pengeluaran dengan mengubah lifestyle.

Dua strategi ini menurut Melvin sangat penting karena melalui pengelolaan dana yang tepat, seseorang bisa menyusun alokasi dana ke sektor yang lebih tepat. Misalnya dengan menabung lebih banyak untuk persiapan dana pendidikan anak. Dia menyatakan perencanaan keuangan dana darurat termasuk dana pendidikan anak jauh lebih penting saat ini ketimbang melakukan investasi.

“Perencanaan keuangan itu sulit, namun akan lebih sulit lagi jika tidak ada keuangan yang direncanakan. Orang tak investasi tidak miskin, sementara kalau orang tak punya dana darurat ujung-ujungnya berhutang,” jelas Melvin dikutip, Sabtu (25/7/2020).

Senada dengan Melvin, Vice President Mass Funding Bank BRI Kicky Andrie Devata juga menambahkan, selama masa pandemi masyarakat harus mampu bisa mengalokasikan dan manajemen keuangan dengan baik. Dia menilai cara paling tepat adalah dengan mengubah gaya hidup, atau cara lain dengan mencari.

“Kalau tidak bisa ubah lifestyle kita harus cari sumber pendapatan lain. Misalnya dulu masker sekarang mungkin juga face shield, lalu frozen food. Sehingga side income bisa tetap membuat menjaga lifestyle dan keuangan tetap sehat. Intinya jangan korbankan keuangan kita yang utama,” kata Kicky.

Sebelumnya Mike Rini, CFP CFEI Financial Planner menyatakan selama masa pandemi ada pengeluaran lain yang membengkak selama masa karantina di rumah sampai saat normal baru ini. Beberapa di antaranya yakni biaya listrik, pulsa, hingga biaya makanan dan minuman termasuk biaya belanja secara online. Kondisi ini yang memberi tantangan dalam perencanaan keuangan keluarga terutama dalam menyusun tabungan dana pendidikan anak.

Dia pun menegaskan dalam menyusun dana pendidikan anak selain dari alokasi dana darurat, Anda masih bisa memanfaatkan sejumlah produk investasi yang juga sangat banyak jenisnya. Mike menyebut produk investasi untuk dana pendidikan sebenarnya tidak terbatas pada reksadana, saham, maupun tabungan.

Dia menyebut ada beberapa jenis investasi lain dengan imbal hasil rendah, bunga flat, dan aman bagi Anda yang masih butuh kepastian dan kenyamanan melalui masa pandemi ini.

Misalnya saja, deposito. Dia juga menyebut investasi lain yang masih cukup baik jadi opsi adalah emas dengan pengaturan rencana, tujuan, dan pemakaian yang tepat.

“Jadi kalau mau investasi tujuannya harus jelas, misalnya dana pendidikan, barulah Anda memilih produk investasi. Sebab tidak semua produk investasi itu cocok untuk membiayai pendidikan,” kata Mike.

Sumber : Bisnis.com