Adaptasi dan Relaksasi, 2 Kunci Bangkitnya Ekonomi Kota Magelang dari Pandemi Covid-19

Adaptasi dan Relaksasi, 2 Kunci Bangkitnya Ekonomi Kota Magelang dari Pandemi Covid-19Talkshow online dengan tema "Kebangkitan Perekonomian Kota Magelang" yang digelar secara online dari Kantor Wali Kota Magelang, Rabu (19/8/2020). - Harian Jogja/Nina Atmasari
19 Agustus 2020 22:53 WIB Nina Atmasari Ekbis Share :

Harianjogja.com, MAGELANG- Pandemi Covid-19 masih berlangsung namun perekonomian warga di Kota Magelang mulai bangkit. Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Kota Magelang dan para stakeholder guna mendukung bangkitnya kegiatan ekonomi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Hal itu terungkap dalam kegiatan talkshow online dengan tema "Kebangkitan Perekonomian Kota Magelang" yang digelar secara online dari Kantor Wali Kota Magelang, Rabu (19/8/2020). Hadir dua narasumber dalam kegiatan tersebut yakni Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina dan Direktur Utama Bank Magelang, Hery Nurjianto.

Baca juga: Pemda DIY Bersiap Inventarisasi Lahan Terdampak Tol Jogja-Solo

Windarti mengungkapkan pandemi Covid-19 memberikan dampak luar biasa pada kehidupan masyarakat termasuk di Kota Magelang. Banyak aktivitas masyarakat harus berhenti sehingga mengganggu roda kegiatan termasuk roda ekonomi. Akibatnya, terjadi penurunan pendapatan pada masyarakat.

Pemkot Magelang bertindak cepat dengan segera menyalurkan bantuan bagi warga terdampak pandemi ini. "Bentuk bantuan pada tahap awal adalah yang bersifat instan, seperti sembako, sebab bantuan modal usaha belum memungkinkan. Bantuan dalam bentuk instan ini diharapkan menyokong putaran ekonomi dalam masyarakat," jelas Windarti dalam acara yang dimoderatori oleh Redaktur Pelaksana Harian Jogja, Nugroho Nurcahyo tersebut.

Selanjutnya, Windarti mengungkapkan sektor online mencuat dengan adanya pandemi ini. Kreativitas dan inovasi masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi informasi meningkat, salah satunya untuk pemasaran dan perdagangan online.

"Saat berkeliling memberi bantuan sosial, saya melihat peran ibu-ibu yang biasanya memanfaatkan gadget untuk hal-hal lain, di sini dimanfaatkan untuk memasarkan produk mereka. Ada yang jualan peyek, bumbu pecel dan lainnya, kreatif," tuturnya.

Baca juga: Hotel di Jogja Sepakat Tolak Tamu yang Tak Taat Protokol Covid-19

Guna mendukung aktivitas masyarakat menjalani hidup dengan adaptasi baru tersebut, menurutnya Pemkot Magelang sudah memberikan pelatihan e-commerce untuk industri kecil dan menengah serta koperasi agar mereka manfaatkan media online dengan tetap mengikuti protokol kesehatan

Lebih lanjut, Windarti menambahkan Kota Magelang telah membuka barrier di jalur masuk kota dan mulai mengizinkan beberapa operasional PKL dan aktivitas lain di masyarakat. Sejalan dengan hal itu, ternyata ada pertumbuhan kasus Covid-19. "Tapi setelah ditelusuri, kasus itu dari klaster dari luar kota. Penambahan kasus karena unsur dari luar, bepergian atau menerima tamu dair luar, ini klaster yang harus selalu diwaspadai," jelasnya.

Karenanya, menurutnya Wali Kota Magelang mengimbau sampai akhir tahun warga Kota Magelang sebaiknya tidak menerima tamu dari luar daerah. Jika ada hal penting, boleh datang tetapi sebentar jangan menginap. Warga juga sebaiknya jangan melakukan perjalanan ke daerah zona merah.

Adapun Herry Nurjianto dalam paparannya mengatakan Bank Magelang kena dampak dari pandemi Corona yang membuat aktivitas masyarakat banyak dihentikan pada 23 Maret 2020. "Apalagi waktu itu beredar kabar nasabah bank boleh tidak mencicil, padahal aturan OJK belum turun. Masyarakat tahunya tidak membayar tidak apa-apa," jelasnya.

Dalam aturan yang muncul kemudian, bank dapat berikan kebijaksanaan berupa stimulus relaksasi, penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu kredit, pengurangan tunggakan bunga sampai memberika fasilitas tunjangan bunga atau kredit. Tidak ada aturan menunda pembayaran angsuran.

Namun, OJK memberi kelonggaran pada masing-masing bank, dan Bank Magelang memberi tambahan poin berupa boleh menunda angsuran pokok, tetapi membayar bunga pinjaman. Alasannya, bank tetap harus membayar bunga deposito dan tabungan. Selain itu, bank juga harus membayar iuran ke OJK dan LPS dan iuran tersebut tidak ada penundaan.

Nasabah bisa mendapatkan fasilitas relaksasi kredit dengan kebijakan yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan kemampuannya. "Di tahap awal, aktivitas bidang transportasi dan wisata yang terdampak. Namun semakin ke sini, hampir semua terdampak. Bukan semua nasabah, tetapi hampir semua sektor," jelasnya.

Ia menambahkan pendapatan Bank Magelang lebih banyak dari sektor kredit. Karenanya, bank milik Pemerintah Kota Magelang ini tidak bisa menghentikan penyaluran kredit. Tindakan yang bisa dilakukan adalah lebih selektif dalam menyalurkan kredit. Hal ini berakibat penyaluran kredit turun hampir 50% sejak Maret 2020. Beruntung, Bank Magelang ditopang oleh kredit dari pegawai Pemkot Magelang yang menggunakan gaji, sehingga tetap lancar dalam pembayarannya.