Sri Mulyani: Pemulihan Ekonomi Semester Pertama 2021 Belum Bisa Maksimal

Sri Mulyani: Pemulihan Ekonomi Semester Pertama 2021 Belum Bisa MaksimalMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan dalam seminar Indonesia Economic & Investment Outlook 2020 di Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
02 September 2020 12:47 WIB Edi Suwiknyo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Pemeintah memperkirakan pemulihan ekonomi pada tahun 2021 tidak bisa berjalan optimal karena belum terprediksinya penurunan kasus penyebaran Covid-19. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kondisi pemulihan yang belum full power ini akan terjadi pada Semester I/2021, karena prediksi pemulihannya tidak akan terjadi secara penuh.

Pada semester II/2021 masih ada harapan dengan catatan vaksinasi sudah bisa dilakukan. "Ini akan memberikan confident kepada masyarakat yang kita lihat di kuartal ketiga memang menunjukkan adanya pemulihan," kata Sri Mulyani, Rabu (2/9/2020).

BACA JUGA : Menteri ATR: Pengadaan Tanah Ikut Berperan Pemulihan

Kendati demikian, Sri Mulyani menjelaskan bahwa proses pemulihan ekonomi pada 2020 masih terlalu rapuh. Hal ini tampak dari penerimaan pajak pada bulan Juli masih agak minus karena beberapa jenis penerimaan seperti PPN mengalami kontraksi lagi.

"Nanti akan dilihat pada bulan Agustus ini pada awal bulan September kita akan meneliti penerimaan perpajakan kita yang menggambarkan aktivitas ekonomi," jelasnya.

Adapun, jika dilihat dari mobilitas memang sudah menunjukkan adanya aktivitas masyarakat yang makin meningkat dibandingkan bulan Maret, April, dan Mei yang lalu.

Peningkatan mobilitas ini diharapkan kegiatan konsumsi dan aktivitas ekonomi akan mulai pulih secara bertahap. Indikator konsumsi yang sudah mengalami tekanan yang sangat berat pada bulan Mei pada bulan Juni menunjukkan adanya peran pembalikan.

BACA JUGA : Kritik Pemerintah, Mantan Mendag Nilai Realisasi Stimulus

"Inilah yang akan kita coba untuk melihat meskipun kalau kita lihat indeks ekspektasi kondisi ekonomi dari bulan Juni ke Juli mengalami seret lagi. Momentum ini masih sangat rapuh," ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia