Imbas Corona 59 Negara Tutup Pintu Bagi WNI, Bagaimana Dampaknya ke Bisnis Maskapai?

Imbas Corona 59 Negara Tutup Pintu Bagi WNI, Bagaimana Dampaknya ke Bisnis Maskapai?Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
10 September 2020 07:17 WIB Anitana Widya Puspa Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -  Sedikitnya 59 negara melarang warga Indonesia masuk ke negaranya akibat pandemi virus corona. Hal ini berkaitan dengan tingginya angka kasus positif Covid-19 di Tanah Air.

Dari kebijakan tersebut, bagaimana dampaknya terhadap bisnis maskapai penerbangan dalam negeri?

Kinerja operator penerbangan diprediksi tidak mengalami dampak signifikan akibat bertambahnya jumlah negara yang menutup aksesnya bagi Warga Negara Indonesia (WNI).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menuturkan di tengah pengetatan yang dilakukan puluhan negara internasional, Garuda tetap menjalankan rute internasional yang telah dioperasikan dengan permintaan utama untuk repatriasi.

“Kami tetap jalan dengan rute yang ada karena masih banyak WNI yang harus pulang kembali ke Indonesia,” jelasnya, Rabu (9/9/2020).

Berdasarkan daftar rutenya per September ini, maskapai pelat merah tersebut membuka 18 rute layanan internasionalnya melalui Jakarta . Sementara untuk rute dari destinasi pariwisata seperti Bali memang sudah lebih dulu ditutup.

Maskapai dengan jenis layanan penuh tersebut menekankan saat ini justru rute domestik yang sebelumnya juga disetop, secara perlahan telah dibuka kembali. Emiten dengan kode saham GIAA tersebut telah mengumumkan membuka sebanyak 13 rute lama yang sebelumnya telah berhenti operasi.

Hal senada juga disampaikan oleh Tim Corporate Communication Sriwijaya Air, yang mengatakan perseroan mengoperasikan rute internasional dengan kepentingan charter (sewa). Saat ini layanan penerbangan regular internasional Sriwijaya yang dibuka hanya menuju Penang.

Manajemen berpandangan semakin banyaknya negara lain yang menutup pintunya untuk WNI tidak akan berpengaruh terhadap strategi bisnis karena layanan internasional yang dibuka oleh perseroan memang sudah minim hingga akhir tahun ini.

“Sementara rute internasional hanya rute tersebut. Hal itu tidak mempengaruhi pandangan kami untuk akhir tahun yang memang masih slow flow."

Corporate Communication Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan maskapai Lion Air dan Batik Air sudah menutup mayoritas rute internasionalnya, kecuali tujuan Nanning, China yang telah dibuka baru-baru ini.

Danang menekankan hanya Malindo Air yang masih beroperasi dengan rute Jakarta ke Malaysia sebanyak tiga kali seminggu.

Sebelumnya beredar larangan masuk dari 59 negara kepada Warga Negara Indonesia. Hal ini berkaitan dengan tingginya angka kasus positif Covid-19 di Tanah Air. Hingga Senin (7/9/2020), total kasus virus Corona di Indonesia mencapai 196.989 orang. Adapun jumlah pasien sembuh total 140.652 orang, dan 8.130 pasien dilaporkan meninggal.

Yang paling baru, negara yang membatasi kunjungan dari Indonesia adalah Malaysia. Larangan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob pada Selasa 1 September 2020 dan berlaku mulai Senin, 7 September 2020.

Selain kunjungan warga negara Indonesia, Malaysia juga membatasi kunjungan dari Filipina dan India. Pemerintah setempat menilai kasus positif Corona di tiga negara tersebut meningkat tajam.

Negara lain yang membatasi kunjungan dari Indonesia antara lain Hungaria, Uni Emirat Arab, Jepang, Brunei Darussalam, Australia, dan Afrika Selatan.

Sumber : Bisnis.com