Survei Flourist Ventures: Driver Online hingga Kurir Barang, Ini Profesi Paling Terdampak Covid-19

Survei Flourist Ventures: Driver Online hingga Kurir Barang, Ini Profesi Paling Terdampak Covid-19Petugas medis melakukan tes cepat (Rapid Test) COVID-19 kepada pengemudi ojek online di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
15 September 2020 06:57 WIB Sholahuddin Al Ayyubi Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat banyak sektor usaha kesulitan bahkan sampai menghentikan kegiatan usahanya. Perusahaan modal ventura global Flourist Ventures merilis hasil survei terbaru ihwal dampak penghasilan pekerja independen di masa ekonomi informal di Indonesia.
 
Berdasarkan hasil survei dengan tema Indonesia Spotlight August 2020 dengan responden sekitar 586 pekerja independen, disebutkan sebanyak 86 persen responden menyatakan penghasilannya berkurang selama masa ekonomi informal di Indonesia.
 
Pekerja independen atau dikenal gig worker itu di antaranya adalah pengemudi ojek maupun taksi online, penjual online, penyedia jasa rumah tangga dan kurir pengiriman.
Managing Partner pada Flourist Ventures Tilman Ehrbeck mengungkapkan berdasarkan hasil survei tersebut, pekerja independen dengan penghasilan lebih dari Rp3 juta per bulan menurun tajam saat pandemi Covid-19 di Indonesia.
 
Dia menyebutkan dari penurunan 43 persen pada bulan Maret 2020 menjadi hanya 5 persen di bulan Juni-Juli 2020. Selain itu, terdapat lonjakan besar untuk para pekerja independen yang penghasilan kurang dari Rp1 juta dari 8 persen di bulan Maret 2020 menjadi 55 persen Juni-Juli 2020.
 
"Dalam penurunan ekonomi akibat pandemi Covid-19, pekerja independen secara signifikan terkena dampak dan tetap rentan mengalami kesulitan di dalam hal finansial," tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (14/9/2020).
Dia berpandangan ekonomi dengan sistem pekerja independen memungkinkan jutaan pekerja dalam sektor informal Indonesia yang kurang diperhatikan oleh industri fintech, meresmikan mata pencarian menjadi lebih terhubung ke keuangan digital.
 
"Kami melakukan riset ini adalah untuk memahami bagaimana perusahaan fintech bisa lebih baik dalam melayani pekerja independen serta individu dan usaha kecil yang rentan mengalami kesulitan selama krisis ini dan di masa depan," katanya.
 
 
 
 

Sumber : Bisnis.com