Advertisement
Ketegasan Penerapan Protokol Perlu Ditingkatkan untuk Bangkitkan Ekonomi
Foto Ilustrasi, Fasilitas untuk menunjang penerapan protokol kesehatan di pintu masuk objek wisata alam Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu, Kapanewon Temon, seperti terlihat, Jumat (10/7/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pelaku wisata menilai peningkatan ketegasan dalam penegakan protokol pencegahan Covid-19 akan menjadi kunci agar ekonomi dapat tumbuh.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata (GIPI), DIY, Bobby Ardyanto Setyo Ajie mengatakan pariwisata itu sangat sensitif, perlu manajemen informasi yang positif dan kunci dari semua ini adalah ketegasan dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev).
Advertisement
“Untuk bisa menjaga keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi, koordinasi Pemda DIY dengan kabupaten, kota juga harus dikuatkan. Agar semua bisa inline dengan kebijakan Pemda DIY. Bukan berjalan sendiri-sendiri, Pemda DIY harus tampil sebagai dirigen dalam orkestra ini,” kata Bobby, Minggu (20/9/2020).
BACA JUGA : 50 Personel Diturunkan untuk Operasi Protokol Kesehatan
Saat ini menurut Bobby dapat menjadi momentum untuk membangun komunikasi Pemda DIY dengan industri, masyarakat, travel corridor, dan pentahelix, untuk bersama-sama menangani Covid-19.
“Semakin bagus kesiapan DIY mengimplementasikan Standar Operasional Prosedur [SOP], akan semakin saleable destination DIY,” ujarnya.
Selain harapan pada pemerintah, Bobby juga berharap pada pelaku industri wisata bahwa masa depan bisnis tergantung kepada pelaku sendiri, maka dari itu Ia mengajak memastikan industri berjalan sesuai dengan peraturan yang sudah ada.
“Untuk masyarakat jadilah masyarakat yang bertanggung jawab, bisa menjadi contoh dan bisa menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam menjalankan SOP dan protokoler kesehatan. Masyarakat harus bisa menjadi agen-agen perubahan tatanan baru ini,” ucapnya.
Bobby menyinggung Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan di DKI Jakarta sedikit banyak akan berpengaruh untuk perkembangan dan recovery pariwisata Jogja.
BACA JUGA : Mulai Besok Pelanggar Protokol Kesehatan di Sleman
Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan PSBB sangat terasa. "Sangat terasa sekali dampaknya [PSBB Jakarta]. Lebih lagi dengan ada kabar Jogja tidak bisa dikunjungi dari luar daerah, padahal itu tidak benar," kata Deddy.
Deddy mengatakan saat ini tingkat hunian hotel bintang rata-rata hanya 30%, yang dulu sempat mencapai rata-rata 50%. "Pembatalan juga sudah ada, baik event rapat maupun wisata," katanya
Ia juga mengatakan kepatuhan semua pihak menerapkan protokol pencegahan Covid-19 menjadi kunci agar pariwisata dan ekonomi dapat tumbuh positif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal KRL Jogja-Solo 18 April 2026, Berangkat dari Tugu ke Palur
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pakar UGM: WFH Jadi Solusi Jangka Pendek untuk Hemat Energi
- Harga Emas Hari Ini Turun, Antam Tembus Rp3 Juta per Gram
- Hore! Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga 2026
- Empat Negara Antre Impor Urea dari Indonesia
- Harga Minyak Anjlok 10 Persen, BBM Berpeluang Turun
- Bulog Jogja Gelontorkan 21.900 Liter Minyakita ke Pasar
- Inflasi Naik, Ekonomi Eropa Dibayangi Risiko Resesi
Advertisement
Advertisement








